Peduli Penderita Diabetes, Kostratani Surade Kembangkan Padi Hitam

SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Mentan Syahrul Yasin Limpo telah memperkenalkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern di Indonesia melalui Program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), yaitu dengan memperkuat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui teknologi 4.0 untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Kostratani sebagai salah program unggulan dari tiga Program Aksi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dimana dua Program Aksi lainnya adalah penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian millenial, dan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementan. “Harapan saya program ini harus didukung sepenuhnya oleh penyuluh. Karena penyuluh adalah ‘otaknya petani’, garda terdepan pertanian,” tutur Prof. Dedi Nursyamsi, Kepala Badan PPSDMP.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mendukung sepenuhnya program Kementan tersebut. Salah satu kelompoktani binaanya, Poktan Cimanggu Desa Kademangan Kecamatan Surade didorong mengembangkan padi hitam. “Kami dampingi petani menanam padi hitam, untuk konsumsi saudara-saudara kita yang mempunyai penyakit diabetes,” ungkap Pipin, Koordinator Penyuluh di BPP Surade.

Menurut Pipin, varietas yang ditanam adalah Gaduh. Varietas padi lokal ini jenis padi hitam cere, begitu petani Surade menyebutnya.

Sementara itu, penyuluh Desa Kademangan Dede Drajat Suryawan yang selalu mendampingi petaninya mengatakan bahwa manfaat beras hitam diantaranya meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. “ Manfaat lainnya adalah  menurunkan kadar gula darah sehingga sangatlah baik bagi penderita diabetes,” ungkap Dede.

“Hari ini kita panen padi hitam di luasan 0,2 Ha. Produktivitasnya cukup tinggi, 8 ton/Ha,” lanjutnya.

Mengenai harga jual, Dede mengatakan bahwa harga beras hitam di Sukabumi per kilonya kisaran Rp 20.000,- sampai Rp 25.000,-.

Pewarta : Sopyan

Editor : Ar