BOGOR-WARTA BOGOR – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Alun-alun Kota Bogor tak hanya meriah dengan pertunjukan seni dan kreativitas, namun menyimpan pesan mendalam serta terobosan baru dari penyelenggara. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”, kegiatan Sabtu (25/7) ini mengubah cara pandang panggung kota, bukan bagi mereka yang sudah sering tampil, melainkan memberi ruang bagi anak-anak yang sebelumnya jarang mendapat kesempatan bersinar.
Kegiatan ini merupakan penutup serangkaian acara yang telah berjalan sebelumnya—mulai dari penjaringan aspirasi Suara Anak, nonton bersama anak yatim dan penyandang disabilitas, bermain bersama anak panti, hingga festival edukasi. Secara keseluruhan, sekitar 700–800 anak terlibat aktif, membawa semangat inklusivitas yang menyasar semua kalangan tanpa terkecuali.
Di hadapan ratusan anak dan orang tua, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyoroti hal mendasar yang sering terlupakan: pola asuh dan pembentukan karakter. Ia mengingatkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga atau tekanan berlebih kerap menjadi akar munculnya perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
“Anak-anak yang suka melakukan perundungan, seringkali ternyata menerima tekanan keras atau kekerasan fisik dari orang tuanya di rumah. Mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah. Adab inilah yang akan menopang bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan hebat,” tegasnya.
Dedie juga mengingatkan bahwa membesarkan anak bukan sekadar urusan lahir, melainkan tanggung jawab penuh hingga mereka mandiri—menyayangi, melindungi, menyejahterakan, dan mendidik dengan benar. Ia mengajak sekolah tak hanya mengejar nilai akademik, tapi juga membangun kesehatan mental dan karakter melalui pendekatan humanis serta seni.
Melalui momen ini, Pemerintah Kota Bogor menegaskan komitmen bersama: membangun Kota Bogor Ramah Anak tak cukup hanya dengan program pemerintah, melainkan butuh gotong royong keluarga, sekolah, dan masyarakat luas agar setiap anak bisa tumbuh aman, bahagia, bebas berkarya, serta melahirkan masa depan yang lebih baik.
Begitu juga Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil menyampaikan pesan penting baik untuk anak-anak maupun masarakat Kota Bogor Selatan umum.
” Kami mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional tahun 2026, bersama kita sayangi anak-anak, lindungi masa depannya dan beri ruang untuk kebebasan berkarya, Ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rakhmawati menjelaskan hal ini menjadi keistimewaan tahun ini. “Kita memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya. Inilah wujud kota yang benar-benar mendengar suara setiap anak,” tegasnya.
Pewarta: Mey