BOGOR – WARTA BOGOR – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat yang pada dirilis 11 Juni 2025 menunjukkan, tahun 2024 ada lima daerah dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi.
Meskipun beberapa wilayah dikenal sebagai pusat industri dan perdagangan, tingginya angka pengangguran menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.
Faktor urbanisasi, persaingan ketat, hingga perubahan teknologi di sektor industri disebut menjadi pemicu utama.
Berikut uraian lima daerah dengan TPT tertinggi di Jawa Barat tahun 2024 dikutip dari laman BPS:
1. Kota Cimahi – 8,97%
Kota Cimahi menempati posisi pertama dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 8,97 persen. Angka ini menjadikannya daerah dengan pengangguran tertinggi di Jawa Barat.
Meskipun Cimahi berbatasan langsung dengan Kota Bandung dan memiliki potensi industri manufaktur, tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan lapangan kerja baru serta persaingan ketat dari pencari kerja di wilayah sekitarnya.
Lonjakan penduduk usia kerja tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja formal, sehingga sebagian besar lulusan baru terpaksa menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan.
2. Kabupaten Bekasi – 8,82%
Kabupaten Bekasi dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Namun, pada 2024 tingkat pengangguran di wilayah ini mencapai 8,82 persen, berada di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat.
Tingginya angka pengangguran di Bekasi kerap dikaitkan dengan tingginya arus urbanisasi.
Banyak penduduk dari daerah lain datang mencari pekerjaan di kawasan industri, namun tidak semuanya terserap oleh pasar kerja.
3. Kota Sukabumi – 8,34%
Selanjut ada Kota Sukabumi mencatat TPT sebesar 8,34 persen, berada di posisi ketiga tertinggi.
Meskipun wilayah ini memiliki sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata, lapangan kerja yang tersedia belum mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah angkatan kerja.
Minimnya investasi industri skala besar di Kota Sukabumi membuat peluang kerja cenderung terbatas pada sektor informal.
4. Kota Bogor – 8,13%
Kota Bogor berada di peringkat keempat dengan tingkat pengangguran 8,13 persen. Sebagai kota penyangga Jakarta dan pusat pendidikan, Bogor memiliki banyak lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya.
Namun, tidak semua lulusan dapat langsung diserap pasar kerja di dalam kota.
Banyaknya tenaga kerja terampil yang mencari pekerjaan di sektor formal membuat persaingan semakin ketat.
5. Kabupaten Karawang – 8,04%
Kabupaten Karawang berada di urutan kelima dari daftar lima besar daerah dengan pengangguran terbuka tertinggi di Jawa Barat pada 2024, dengan angka 8,04 persen.
Sebagai salah satu pusat industri otomotif dan manufaktur, Karawang mengalami fenomena serupa dengan Kabupaten Bekasi, di mana modernisasi industri dan efisiensi tenaga kerja mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan.
Di sisi lain, arus migrasi pencari kerja dari berbagai daerah ke Karawang juga meningkatkan tekanan terhadap pasar tenaga kerja lokal.
Sumber: Radar Bogor
BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan Kota Bogor segera menerapkan skema pengaturan operasional bagi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungannya…
JAKARTA-WARTA BOGOR – Mengikuti jejak Australia, India kini turut melirik potensi pasokan pupuk dari Indonesia.…
WARTA BOGOR - Penerapan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil…
BOGOR - WARTA BOGOR - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, resmi ditahan oleh Kejaksaan…