Health

Kriteria kurang gizi menurut Ahli Gizi

Kriteria kurang gizi menurut Ahli Gizi

JAKARTA, WARTABOGOR.id-Ahli gizi Dr. dr Tan Shot Yen, M.Hum menjelaskan syarat balita yang tumbuh dan berkembang dengan baik adalah balita yang pertumbuhannya senantiasa mengalami kenaikan.

“Bisa dilihat dari grafik tumbuh kembangnya kan. Makanya setiap bulan anak itu harus ditimbang, diukur tingginya dan lingkar kepalanya,” kata dr Tan

Advertisement

Balita yang sehat pertumbuhannya harus memiliki tren yang naik dan sesuai target.

“Kalau stagnan atau terjun bebas bahaya.”

Senada dengan dokter Tan, dokter spesialis anak lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret dr Noor Anggrainy Retnowati mengatakan meski tumbuh kembang balita berbeda-beda namun tetap harus diperhatikan setiap bulannya.

Advertisement

“Harus rutin setiap bulan diukur berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan setidaknya sampai usia dua tahun,” kata dr Noor.

Dia mengatakan jika pertumbuhan balita tidak mengalami kenaikan maka harus segera diperbaiki. “Kalau tidak optimal harus segera digali itu kenapa,” katanya.

“Utamanya usia nol bulan sejak kita tahu kita hamil sampai dia usia dua tahun adalah golden period di mana otak manusia sudah berkembang hingga 80 persen yang mana ujung-ujungnya akan memengaruhi gizi dan tinggi badan anak ke depan,” katanya.

Advertisement

Jika memang balita kurang gizi maka harus ditelusuri, untuk bayi lahir hingga usia 6 bulan apakah cara menyusuinya sudah benar, adakah penyakit penyerta bawaan, kalau usia lebih dari enam bulan apakah cara memberi MPASI sudah benar.

“Kita lihat pemberian makanan sesuai dengan feeding rules tidak apakah waktu tepat, tekstur tepat, apakah isinya sudah adekuat, apakah frekuensi sesuai waktu kah?” Katanya.

Anak dengan kurang gizi akan mempengaruhi keaktifannya dalam sehari-hari dan sangat dapat mempengaruhi perkembanganya kemudian hari.

Advertisement

“Anak kurang gizi bisa dilihat anak jadi lemah, kurang ceria dan tidak aktif,” katanya.

Sementara itu, terkait perkembangan bahasa, anak balita usia 12 sampai 18 bulan hendaknya sudah bisa mengucapkan tiga sampai enam kata dengan arti, dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yg di sebutkan orang lain dan dapat mengikuti perintah satu langkah.

“Misal, tolong ambilkan mainan, anak dapat mengambil dan memberikan.”

Advertisement

Pada usia 18 bulan, kosa kata mencapai 5-50 kata dan anak sudah dapat menyatakan sebagian besar keinginan dengan kata-kata

Anak balita kurang gizi memang terkadang bisa dilihat dari ciri rambut yang tipis dan sewarna jagung, namun dr Noor mengingatkan bahwa rambut memiliki kaitan dengan genetik.

“Kalau di keluarganya ada yang berambut pirang dan tipis ya bisa saja pirang dan tipis. (antara news.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Muharram Ceria, LAZ Ummul Quro Bogor Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

BOGOR-WARTA BOGOR – Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ummul Quro…

3 hours ago

Dishub Bogor Nonaktifkan Dua Bus Stop Biskita Usai Didemo Sopir Angkot

BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menonaktifkan sementara dua bus stop…

3 hours ago
Advertisement

Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT RI ke-81

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah resmi meluncurkan logo dan identitas visual peringatan Hari Ulang…

4 hours ago

BBM B50 Meluncur 1 Juli 2026, Ini Bocoran Harga dari ESDM

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah menargetkan peluncuran bahan bakar minyak (BBM) jenis biodiesel 50…

23 hours ago

Puncak HJB ke-544, Kabupaten Bogor Raih Dua Rekor MURI

BOGOR - WARTA BOGOR - Penghujung rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menjadi momen…

1 day ago

Pemkot Bogor Mulai Tata Alun-Alun Empang, Angkat Identitas Kampung Arab

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mempersiapkan penataan kawasan Alun-Alun Empang…

1 day ago