Berita

Malam Minggu, Kawasan Kuliner Puncak dipadati Wisatawan

CIANJUR – WARTABOGOR.id – Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kawasan puncak tepatnya di perbatasan Cianjur-Bogor tepatnya dipadati wisatawan, Sabtu (11/7/2020) malam. Sayangnya sebagian besar pengunjung abaikan protokol kesehatan.

Berdasarkan pantauan detikcom, untuk arus lalu lintas tidak begitu padat baik dari arah Bogor menuju Cianjur ataupun sebaliknya.

Namun begitu melihat dua lokasi kuliner yakni warpat dan segar alam, tampak parkiran penuh dengan sepeda motor . Akibatnya, kendaraan roda 4 harus parkir di pinggir jalan.

Advertisement

Di setiap warung di dua lokasi itupun dipadati pengunjung. Tidak sedikit dari mereka yang antre menunggu giliran untuk nongkrong sambil makan dan minum. Setiap ada kursi yang baru kosong pun langsung diisi oleh rombongan pengunjung yang sudah menunggu.

Kebanyakan pengunjung yang datang ialah warga Jabodetabek yang hendak liburan ke Puncak di akhir pekan.

Andreas (30), warga Bekasi, mengatakan sejak Sabtu siang dia beserta ketiga temannya sudah berada di Cianjur dan menyewa vila untuk berlibur hingga Minggu sore.

Advertisement

“Memang lagi liburan di Cianjur, sudah lama tidak kemana-mana karena pandemi. Ini sekalian cari makan nongkrong di Warpat,” kata dia saat ditemui di wisata kuliner Warpat.

Sementara itu Khairiyyah (25), warga Bogor sengaja berangkat ke kawasan puncak untuk nongkrong. Namun lokasi wisata kuliner Segar Alam dan Warpat yang penuh membuatnya harus menunggu sekitar satu jam hingga dapat tempat duduk.

“Sering nongkrong di sini, tapi biasanya tidak seramai ini. Masih bisa dapat tempat duduk begitu datang. Tadi nunggu sejam bisa dapat tempat duduk,” ucapnya.

Advertisement

Ujang (45), salah satu pemilik warung menuturkan sejak PSBB berakhir, kawasan puncak memang banyak didatangi wisatawan. Khusus malam Minggu, wisata kuliner Warpat dan Segar Alam memang menjadi tujuan untuk nongkrong.

Dia mengaku sudah sering mengimbau pengunjung untuk memakai masker dan menjaga jarak, tapi terkadang hal itu tidak diindahkan.

“Sekitar tiga minggu terakhir, selesai PSBB saja mulai ramai. Lebih ramai dari biasanya. Saya juga kewalahan layani pengunjung. Sering diimbau untuk pakai masker dan Jaga jarak, tapi kebanyakan tidak pakai dan berkerumun,” kata dia.(detik.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Siapkan Penataan Delapan Simpang di Jalur Puncak, Ratusan Bangunan Terdampak

PUNCAK - WARTA BOGOR - Rencana penataan delapan persimpangan di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten…

16 hours ago

Rumah Zakat berbagi sarapan gratis, dukung pejuang keluarga dan UMKM lokal

BOGOR-WARTA BOGOR – Rumah Zakat kembali menebar manfaat melalui program berbagi sarapan gratis yang ditujukan…

1 day ago
Advertisement

BGN Evaluasi Ribuan Dapur MBG, SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan…

1 day ago

Dua Aksi Demonstrasi Digelar di Jakarta Hari Ini, 3.099 Personel Disiagakan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dua aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat…

1 day ago

Lunasi Biaya Sekolah, Rumah Zakat Buka Akses Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu di Sukabumi

SUKABUMI-WARTA BOGOR– Akses pendidikan yang layak menjadi hak setiap anak, tidak terkecuali bagi mereka yang…

2 days ago

Baby Rio, Panda Pertama yang Lahir di Indonesia, Ukir Sejarah Kabupaten Bogor

CISARUA - WARTA BOGOR - Kabupaten Bogor mencatatkan sejarah baru dalam dunia konservasi satwa liar…

2 days ago