CIANJUR-WARTABOGOR.id – Pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, sebagaimana yang selalu diucapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah Virus Covid-19.
Arahan Mentan Syahrul tersebut dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19.
Karenanya, sektor pertanian harus tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok bangsa Indonesia. Meskipun tetap menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk penyuluh maupun petani. Seperti dilakukan penyuluh dan petani di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kelompoktani Sambolo Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah.
Berbekal motivasi dan arahan Mentan dan Kepala BPPSDMP, Penyuluh Desa Ciherang Neneng Tintin Suhartini pagi ini bersemangat menuju sawah milik Hj. Masitoh, salah satu petani binaannya. “Kita akan melaksanakan ubinan di lahan seluas 0,75 Ha ini,” ucapnya.
Petani Desa Ciherang sebagian besar menanam padi varietas Inpari 32, termasuk lahan milik Hj. Masitoh. “ Alhamdulillah, dari hasil ubinan kita mendapatkan hitungan produktivitas 8,8 ton/Ha,” ucap Titin penuh kepuasan. Esok hari akan kita laksanakan panen raya di lahan seluas 3,3 Ha. Mengenai harga, lanjut Titin, petani biasanya menjual dengan harga Rp 4.300/kg Gabah Kering Giling (GKG).
Pewarta : Wida Pradiana
Editor : Ar