Berita

Pasar Digital untuk Selamatkan Produk Pangan Petani

BANDUNG-WARTABOGOR.id– Pandemi virus corona (Covid-19) mengubah perilaku masyarakat menjadi “lebih digital”, termasuk saat menghadapi fase new normal.

Salah satu perubahan yang terjadi adalah inovasi dan pemanfaatan teknologi digital pada sektor pertanian.

“(Selama pandemi), stok melimpah, permintaan pun tinggi. Namun namun ada kendala di sisi pemasaran karena masyarakat mengurangi pertemuan.”

Advertisement

Demikian dituturkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Jawa Barat, Herawanto.

Demi mengatasi persoalan tersebut, BI memperkenalkan pasar baru melalui media online yang diberi nama jualsayuran.com.

Media pemasaran ini digagas oleh kelompok petani muda dengan nama “Agri Muda” yang merupakan bagian dari Gabungan Kelompok Tani Lembang Agri.

Advertisement

“Mereka peraih juara pertama Klaster Championship Bank Indonesia Tahun 2018 dan juara pertama Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Terbaik Nasional tahun 2019,” tutur dia.

Selain itu, BI berupaya mempertemukan mitra binaan UMKM dengan aplikasi digital lainnya. Sejalan dengan itu, BI pun meningkatkan kapasitas produsen atau pelaku UMKM binaan.

“Saat ini produk berlimpah, jangan sampai tidak tersalurkan dan mengalami rusak. Sebab ada produk yang mudah rusak seperti sayuran. Kita bantu melalui pasar digital,” tegas dia.

Advertisement

Herawanto menjelaskan, hal ini pun dilakukan agar petani tetap bersemangat menanam. Jangan sampai mengalami kerugian saat Covid-19, sehingga enggan bertani.

Sebab, jika itu terjadi akan mengganggu stok pangan. Jadi, pasar digital ini menjadi salah satu cara untuk menjaga pasokan pangan di Jabar.

Salah satu petani, Wawan mengaku, saat awal pandemi sempat kebingungan menjual hasil taninya. Akibatnya, sayuran hasil panen pertama ia bagikan daripada membusuk.

Advertisement

Namun, kemudian ia terselamatkan pasar digital. Pesanan dari konsumen masuk ke platform digital itu.

“Sampai sekarang pun kadang masih bingung bagaimana cara jualan via online. Tapi banyak  yang bantu, jadi selama ini alhamdulillah lancar-lancar saja,” cetus dia.(kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Alpukat Kendil, Si Bentuk Bulat yang Legendaris dan Digemari Masyarakat

BOGOR-WARTA BOGOR — Di antara sekian banyak varietas alpukat yang tumbuh subur di Indonesia, Alpukat…

14 hours ago

Bangsamoro Siap Mengukir Sejarah dalam Pemilihan Parlemen Pertama

COTABATO CITY-WARTA BOGOR — Setelah puluhan tahun upaya perdamaian dan perjuangan pemerintahan mandiri yang lebih…

21 hours ago
Advertisement

Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan Jaga Harga Pangan di Tengah Kemarau

WARTA BOGOR - Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan stabilitas…

3 days ago

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG, Ini Alasannya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemutakhiran data penerima manfaat program…

3 days ago

BMKG Pastikan Wilayah RI Sudah Bersih dari Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Indonesia, baik…

3 days ago

Siswi Korban Keracunan MBG Disebut Hilang Ingatan 70%, DPR Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyoroti kasus…

4 days ago