Pemkot Bogor Perpanjangan PSBB Transisi Hingga Sebulan

BOGOR-WARTABOGOR.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melanjutkan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat masa transisi hingga satu bulan ke depan.

Keputusan itu disampaikan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto usai melakukan rapat evaluasi PSBB bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di balaikota Bogor, Kamis (4/6/2020) sore.

Bima mengatakan, selama satu bulan ke depan Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor yang memungkinkan untuk dibuka kembali secara bertahap.

“Untuk melanjutkan PSBB proporsional di masa transisi. Kita menyepakati selama satu bulan. Ini Masih era PSBB, tapi tidak sama dengan PSBB sebelumnya, ini untuk menuju Normal Baru,” kata Bima.

Ia menjelaskan, meski trend reproduksi kasus Covid-19 di Kota Bogor melandai, kondisi itu belum cukup untuk menentukan pemberlakuan fase tatanan baru atau normal baru.

Bima menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Kota Bogor masuk ke dalam zona kuning.

Artinya, sambung Bima, perlu ada penguatan dan pengawasan ketat protokol kesehatan yang harus dijalankan di segala sektor.

“Jadi, satu bulan ke depan ini pemerintah daerah akan melakukan tahapan-tahapan sektor mana yang Masih mungkin dibuka berdasarkan zonasi,” sebutnya.

Sebelumnya, data monitoring harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Bogor mencatat pada Selasa (26/5/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 111 orang.

Sementara, pasien yang sembuh di hari itu sebanyak 43 orang. Untuk pasien yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 47 orang, pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 85 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 69 orang, dan Pasien meninggal 15 orang.

Merujuk pada data percepatan penanganan Covid-19 Kota Bogor yang dikeluarkan Rabu (3/6/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 113 orang.

Meski begitu, pasien yang sembuh meningkat menjadi 49 orang.

Kurva landai yang ditunjukkan pada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berjumlah 44 orang, pasien ODP juga menurun menjadi 84 orang, PDP menjadi 58 orang, dan pasien meninggal tetap 15 orang.

Walikota menuturkan, berdasarkan data tren Reproduction Number (RO) atau angka reproduksi dalam pandemi virus corona (Covid-19) melandai di angka 0.34 di minggu ini (kompas.com)