BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mempersiapkan alokasi anggaran jumbo demi menghidupkan kembali layanan Biskita Transpakuan di Koridor 5 dan 6.
Rencana ini bakal diajukan lewat APBD Perubahan 2025 dengan kucuran anggaran sebesar Rp11 hingga Rp15 miliar.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyebut angka tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama DPRD Kota Bogor melalui skema Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
“Nilainya masih dinamis karena masih dalam pembahasan. Tapi kisaran yang kita ajukan sekitar Rp11 sampai Rp15 miliar,” ujar Jenal.
Rencana ini sejalan dengan program jangka panjang Pemkot Bogor untuk mengurangi jumlah angkot di jalan dan menggantinya dengan transportasi publik yang lebih tertib dan nyaman.
“Warga sudah merasakan manfaat Biskita. Karena itu, kami ajukan lagi penambahan dua koridor agar akses masyarakat makin luas,” kata Jenal.
Sebagai informasi, sebelumnya Biskita Transpakuan sempat dikelola oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Saat itu, Koridor 5 melayani rute dari Stasiun Bogor menuju Ciparigi dan Parung Banteng, melintasi titik-titik penting seperti RS Salak, Air Mancur, GOR, DPRD, hingga SMPN 19.
Sementara itu, Koridor 6 menyisir rute dari Parung Banteng ke Terminal Bubulak dan Cidangiang, melewati Jambu Dua, Bantarjati, hingga Griya Bogor Raya.
Setelah BPTJ menyerahkan pengelolaan ke Pemkot Bogor, layanan Biskita aktif kembali pada 8 April 2025 lewat dua koridor awal, yakni Koridor 1 (Bubulak–Cidangiang) dan Koridor 2 (Bubulak–Ciawi) dengan mengoperasikan sebanyak 17 unit Biskita Transpakuan.
Untuk tarif, Pemkot menetapkan angka sekitar Rp4.000 untuk satu kali perjalanan.
Sumber: pojokbogor.com