Berita

Penjual Hewan Kurban di Kota Bogor Harus Kantongi SKKH

BOGOR – WARTABOGOR.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan protokol kesehatan di tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban pada masa pandemi covid-19.

Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa hewan kurban yang dijual di Kota Bogor harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asalnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan, dalam panduan protokol kesehatan penjual hewan kurban harus melaporkan kepada camat melalui lurah setempat mengenai kesiapan protokol kesehatan. Pihaknya melarang penjual hewan kurban berjualan di badan jalan, trotoar, taman kota atau di atas saluran air.

Advertisement

“Selain itu, hewan kurban harus memiliki SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari daerah asal dan melaporkan ke DKPP Kota Bogor,” kata Anas, Kamis (8/7/2020).

Sementara saat pemotongan hewan kurban lanjut Anas, tempat pemotongan hewan diminta melakukan disinfektsi sebelum dan sesudah pemotongan hewan kurban.

“Di lokasi tempat pemotongan hewan kurban harus menerapkan personal hyginie dan phisical distancing, menyediakan termo gun, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hand sanitizer, tempat untuk membuang limbah (septi tank/dikubur) dan tidak membuang limbah ke aliran sungai,” papar Anas.

Advertisement

“Petugas pemotong hewan juga harus dalam kondisi sehat. Jumlah petugas di lokasi pemotongan dibatasi sesuai dengan luasan area pemotongan hewan kurban. Diwajibkan menggunakan baju lengan panjang, membawa baju pengganti, masker, face shield, dan sarung tangan serta panitia menyediakan detergent untuk merendam baju yang sudah dipakai setelah proses pemotongan,” lanjutnya.

Anas menyarankan pada para pengkurban agar tidak menghadiri pemotongan dan panitia memberikan layanan menyaksikan secara daring, adapun haknya diantarkan langsung oleh petugas.

“Pada saat distribusi daging kurban untuk menghindari kerumunan, Petugas / RT / Ketua Komplek mengantar daging ke rumah-rumah warga yang berhak menerima. Potongan daging dikemas dalam besek atau wadah yang bersih serta terpisah dari jeroan, dianjurkan menggunakan kantong atau wadah yang ramah lingkungan. Penanganan daging, jeroan dan distribusinya harus selesai dalam waktu 4 jam setelah proses penyembelihan,” katanya.(detik.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Kembangkan Program Dayeuh Pajajaran, Dorong Penataan Kampung Berbasis Budaya Sunda

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong penataan kawasan perdesaan melalui…

2 days ago

Jelang Nataru 2026/2027, Kemenhub Bahas Usulan WFH

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau…

2 days ago
Advertisement

KPK Periksa Bupati Bogor terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut dan Retribusi Daerah

BOGOR - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama…

2 days ago

Mahasiswa PMII dan GMKI Gelar Aksi di Istana Bogor, Lempar Tomat Busuk sebagai Simbol Kekecewaan

BOGOR - WARTA BOGOR - Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…

2 days ago

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 64 Orang

WARTA BOGOR - Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Spanyol bagian tengah pada Rabu pagi.…

3 days ago

Modus Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP Jadi Premium, 10 Pejabat Disanksi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik pengoplosan…

3 days ago