Perkuat Kompetensi SDM, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Keswan

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyelenggarakan Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) secara online pada Senin (16/6/2025). Acara ini bertajuk “Penguatan visi keilmuan dan transformasi kurikulum D3 Kesehatan Hewan (Keswan) berbasis KKNI dan Permendikbud Ristek No. 53 Tahun 2023 tentang sinergi akademik, industri, dan regulasi.”

Sebagai narasumber utama, Sujatmiko selaku Kepala UPT PPPM PPNP menekankan bahwa “Kurikulum harus disusun dengan memiliki keunggulan untuk mendukung stakeholder Kementan agar mudah diserap dunia kerja.” Sujatmiko menambahkan, bahwa serapan alumni paramedik veteriner mencapai sekitar 90%, namun hal ini tidak membuat kita boleh puas, karena kualitas kurikulum tetap menjadi prioritas utama.

Imron Suandy, dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan mengenai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan hewan di lapangan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menegaskan pentingnya penerapan kerangka standar layanan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) secara sistematis dan profesional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun sistem kesehatan hewan nasional yang tangguh dan terintegrasi.

Dalam mendukung pelaksanaan layanan tersebut, dilakukan pula pemberdayaan tenaga paramedik secara profesional. Polbangtan menekankan bahwa seluruh kerangka kerja paramedik harus tetap berada dalam koridor Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang telah ditetapkan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menggarisbawahi pentingnya penguatan SDM lewat pendidikan vokasi, “Kurikulum yang diterapkan di Polbangtan telah disusun secara adaptif dan berbasis pada kebutuhan industri pertanian modern. Sumber daya manusia adalah penggerak utama pembangunan pertanian. Mereka harus tangguh, berkualitas, dan siap menjadi motor swasembada pangan nasional”.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mendukung penuh visi akademik Polbangtan. “SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian modern. Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya”, ujarnya. Idha juga menekankan bahwa kolaborasi multisektor melalui sinergi akademik, industri, dan regulasi adalah kunci untuk mewujudkan pertanian masa depan yang maju, mandiri, dan modern.

Debby Fadhillah Pazra, selaku Ketua Prodi Keswan Polbangtan Bogor mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis Polbangtan Bogor dalam menyejajarkan kurikulum D3 Kesehatan Hewan menurut kebutuhan KKNI dan Permendikbud Ristek No. 53/2023. “Dukungan penuh dari Kementerian Pertanian dan BPPSDMP semakin memperkuat arah transformasi kurikulum yang modern, relevan, dan mampu mencetak SDM lulusan Keswan yang siap kerja, kewirausahaan, dan berdaya saing tinggi”, pungkasnya. (wsd)