BOGOR-WARTA BOGOR — Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Di tengah derasnya arus informasi digital, perpustakaan hadir sebagai pusat sumber belajar yang membantu mahasiswa menemukan informasi yang relevan, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Semangat tersebut menjadi bagian dari peringatan Pekan Kunjung Perpustakaan 2026 yang digelar Perpustakaan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) User Education, pada Sabtu (19/9). Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Perpustakaan Polbangtan Bogor ini diikuti oleh 139 mahasiswa Tingkat 1 Jurusan Pertanian, yang berasal dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), Agribisnis Hortikultura (AGH), dan Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP).
Bimtek User Education dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan keterampilan dasar dalam memanfaatkan layanan perpustakaan, menelusuri informasi ilmiah, hingga mengelola referensi guna mendukung proses pembelajaran dan kegiatan penelitian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia pertanian sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan pertanian nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui kemampuan mengakses dan memanfaatkan sumber pengetahuan secara tepat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Perpustakaan Polbangtan Bogor menyampaikan materi secara interaktif melalui lima agenda utama. Pertama, orientasi dan pengenalan layanan perpustakaan, agar mahasiswa memahami berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia. Kedua, pengenalan serta pendaftaran keanggotaan Perpustakaan Digital Polbangtan Bogor, sebagai pintu akses mahasiswa terhadap sumber informasi digital. Ketiga, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar penelusuran informasi dan penulisan ilmiah. Keempat, mahasiswa diperkenalkan dengan strategi penelusuran informasi melalui sejumlah portal, seperti Garuda, Indonesia OneSearch (IOS), dan Google Scholar. Kelima, mahasiswa berlatih menggunakan aplikasi pengelola referensi, yaitu Zotero dan Mendeley, yang membantu menyusun sitasi dan daftar pustaka secara teratur.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai kemampuan mencari dan mengelola informasi ilmiah merupakan kompetensi dasar yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan vokasi.
Bimtek User Education dikemas bukan sekadar dalam bentuk pemaparan materi, melainkan juga praktik langsung. Mahasiswa berkesempatan mencoba langkah-langkah penelusuran informasi serta penggunaan aplikasi pengelola referensi. Antusiasme terlihat dari keaktifan mahasiswa dalam mengajukan pertanyaan maupun mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada berbagai sumber informasi, tetapi juga dilatih untuk memilih referensi yang relevan dan menggunakannya secara tepat dalam karya tulis akademik.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman ini menjadi bekal awal untuk membangun kebiasaan akademik yang baik sejak awal masa perkuliahan.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyatakan bahwa perpustakaan memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pendidikan, khususnya dalam membangun budaya belajar dan riset di kalangan mahasiswa.
“Perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang hidup dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan mahasiswa. Di era digital, mahasiswa tidak cukup hanya mampu menemukan informasi, tetapi juga harus mampu memilah, menilai kredibilitas, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab,” ujar Yoyon.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kemampuan literasi informasi akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa Polbangtan Bogor dalam mengikuti pembelajaran berbasis vokasi yang menuntut kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa new untuk membangun budaya akademik yang kuat. Manfaatkan perpustakaan, manfaatkan sumber digital yang tersedia, dan jadikan proses mencari ilmu sebagai bagian dari perjalanan menjadi sumber daya manusia pertanian yang kompeten,” tambahnya.
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah secara mendasar cara mahasiswa memperoleh pengetahuan. Jika sebelumnya sumber belajar lebih banyak bertumpu pada koleksi buku fisik, kini mahasiswa memiliki akses terhadap berbagai jurnal, repositori, basis data, dan sumber ilmiah digital. Namun, kemudahan akses tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menentukan informasi yang relevan, mengenali sumber yang kredibel, serta menggunakan referensi secara etis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kegiatan User Education bukan sekadar pengenalan layanan perpustakaan, melainkan bagian dari upaya membangun literasi informasi dan literasi digital mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
Pada akhirnya, mahasiswa yang cakap mencari, mengolah, dan menggunakan informasi akan memiliki pondasi yang lebih kuat untuk tumbuh menjadi insan pertanian yang kompeten, adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di era digital. (wsd)
KARAWANG-WARTA BOGOR — Transformasi digital terus membuka ruang baru bagi penguatan penyuluhan pertanian. Tidak hanya…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas merespons kemunculan buku…
BOGOR-WARTA BOGOR — Suasana penuh kehangatan dan keberkahan menyelimuti Masjid Anwar Syarif di lingkungan Pondok…
BOGOR-WARTA BOGOR — Semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW menyelimuti Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor,…
BOGOR - WARTA BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima audiensi rombongan Indonesia…
WARTA BOGOR - Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruang sidang saat Perdana…