Pendidikan

Pertemukan Penerima Manfaat dan Calon Offtaker, Kementan Gelar  Business Matching

BANDUNG -WARTA BOGOR- Bisnis yang maju perlu didukung dengan ekosistem bisnis yang sehat. Upaya tersebut bisa didukung dengan pengembangan jejaring bisnis yang saling menguntungkan.

Berbekal dari kondisi tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor melalui YESS PPIU Jawa Barat mengadakan Business Matching yang melibatkan penerima manfaat YESS Program dengan perusahaan mitra di Kabupaten Subang dan Tasikmalaya.

Dukungan penuh dari Menteri Pertanian disampaikan oleh Syahrul Yasin Limpo. “Usaha dibidang pertanian sangat terbuka sehingga diperlukan sumber daya manusia millennial untuk mewujudkan pertanian yang unggul.” ujar Syahrul.

Advertisement

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dedi Nursyamsi, selaku Kepala BPPSDMP. “Program YESS bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani muda melalui Pendidikan dan pelatihan. Diharapkan generasi muda tergerak untuk Bertani di tingkat perdesaan” tambah Dedi.

Acara dibuka oleh Detia Tri Yunandar, selaku Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. “Pembangunan usaha pertanian mulai dari hulu sampai hilir memerlukan sinergi dan dukungan dari seluruh pihak sehingga diperlukan kerjasama yang kuat untuk mewujudkan wirausahawan muda pertanian yang tangguh”, ungkapnya.

Dalam hal ini, penerima manfaat perlu sharing, advice dan motivasi untuk pengembangan usahanya. HIPMI siap berkolaborasi dengan seluruh Kabupaten Kota di Jawa barat terkait kurasi dan verifikasi untuk memenuhi permintaan produk di 27 bidang pertanian. Selain itu, ada program penciptaan 100 offtaker HIPMI Jabar tentang penyaluran produk mitra.

Advertisement

Acara dihadiri oleh beberapa narasumber yang kompeten dibidangnya meliputi PT Agree Telkom, HIPMI Provinsi Jawa Barat, PT Subang Sejahtera dan PT Thara Jaya Niaga.

Detia menambahkan masalah utama usaha adalah membangun jejaring usaha petani yang melibatkan petani milenial. “Goals kegiatan ini yaitu menciptakan smart ekosistem usaha serta penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas. PT. Agree Telkom telah berhasil menyambungkan mitra dan petani menggunakan IoT dibidang pertanian”, tandas Detia.

Pewarta: Intan
Editor: Ardianinda Wisda

Advertisement
Share

Recent Posts

IPB Sanksi 16 Mahasiswa Terkait Kasus Pelecehan Seksual di Grup Chat

BOGOR - WARTA BOGOR - Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan komitmen kampus dalam…

3 hours ago

Edufair 2026 di Bogor Buka Peluang Mahasiswa Kuliah ke Inggris

BOGOR - WARTA BOGOR - Sebanyak 16 perguruan tinggi terkemuka dari Inggris bekerja sama dengan…

3 hours ago
Advertisement

Angkot Kabupaten Bogor Dibatasi Masuk Kota, Ini Skema yang Akan Diterapkan Dishub Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan Kota Bogor segera menerapkan skema pengaturan operasional bagi…

1 day ago

DPR Soroti Wacana Pemblokiran Wikipedia oleh Komdigi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungannya…

1 day ago

Indonesia Cuan, Australia dan India Jajaki Pupuk Indonesia

JAKARTA-WARTA BOGOR – Mengikuti jejak Australia, India kini turut melirik potensi pasokan pupuk dari Indonesia.…

3 days ago

Kebijakan WFH Jumat Berpotensi Munculnya Fenomena PJKA

WARTA BOGOR - Penerapan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil…

3 days ago