Bogor

Sampah Jadi Listrik, Bogor Bangun Dua PSEL Berkapasitas 2.500 Ton Sampah per Hari

BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Proyek tersebut menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) dalam penanganan sampah perkotaan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, usulan penyediaan lahan telah disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan dinyatakan memenuhi persyaratan awal.

Advertisement

“Kita mengajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk dinilai pemenuhan persyaratannya. Alhamdulillah kita dikategorikan siap,” ujar Dedie, Selasa (21/7/2026).

Pembangunan PSEL mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Menurut Dedie, pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola konvensional berupa pemilahan, pengangkutan, dan pembuangan ke tempat pemrosesan akhir karena berpotensi menimbulkan kelebihan kapasitas serta kerusakan lingkungan.

Advertisement

“Memilah, membuang, dan mengirim ke TPAS lambat laun akan membebani lahan hingga over capacity. Dampaknya adalah kerusakan lingkungan dan masyarakat yang terdampak, dan kondisi itu sudah terjadi di banyak daerah di Indonesia,” katanya.

Dalam skema aglomerasi yang ditetapkan pemerintah pusat, Bogor akan memiliki dua fasilitas PSEL, yakni di Galuga yang melayani kawasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, serta di Kayumanis yang melayani Kota Bogor dan Kota Depok.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi, menjelaskan residu sampah yang masuk ke PSEL akan diolah menjadi energi listrik dengan PT PLN sebagai pembeli listrik (off taker).

Advertisement

“Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar fosil seperti batu bara,” ujarnya.

PSEL di kawasan Galuga dirancang memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari, sedangkan PSEL Kayumanis mampu mengolah 1.000 ton per hari.

Dengan demikian, total kapasitas kedua fasilitas tersebut mencapai 2.500 ton sampah setiap hari.

Advertisement

Seluruh jenis sampah dapat diolah di fasilitas tersebut, kecuali material seperti kaca, logam, dan benda yang berpotensi menimbulkan ledakan.

Selain menghasilkan energi listrik, sisa pembakaran berupa abu dipastikan akan diolah kembali menjadi bahan konstruksi, seperti paving block dan kanstin, sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Saat ini, timbulan sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 726 ton per hari. Selama ini, sampah tersebut dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, namun dikelola oleh Pemerintah Kota Bogor.

Advertisement

Sebagai bagian dari percepatan proyek, groundbreaking PSEL Bogor Raya di Galuga dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, sedangkan PSEL Kayumanis ditargetkan memulai pembangunan pada November 2026.

Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi persoalan sampah sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah Bogor Raya.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: kompas

Share

Recent Posts

Demi Kesehatan & Keselamatan, Pemkot Bogor Berlakukan PJJ Mulai Senin, 7 September 2026

BOGOR — Demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga kependidikan, Pemerintah Kota Bogor…

4 hours ago

Alpukat Garuda Yaksa: Keunggulan Kebanggaan Pertanian Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR — Indonesia kaya akan ragam varietas alpukat unggulan, dan salah satu yang menjadi…

9 hours ago
Advertisement

Alpukat Aligator: Si Raksasa Berkulit Kasar yang Kaya Rasa

BOGOR-WARTA BOGOR — Di dunia alpukat Indonesia, ada satu varietas yang mudah dikenali sekaligus membuat…

14 hours ago

Waspada Abu Vulkanik: Lindungi Diri dan Keluarga, Ini Langkah Pencegahan dari Dinkes Kota Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 6 September 2026 — Potensi abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi di sekitar…

16 hours ago

BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, Banten dan Jawa Barat

JAKARTA - WARTA BOGOR - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam menyebabkan…

17 hours ago

Alpukat Miki: Si Primadona dari Depok yang Menembus Pasar Ekspor

BOGOR-WARTA BOGOR — Di tengah maraknya jenis alpukat yang beredar di pasaran, satu nama semakin…

1 day ago