Perusahaan Jepang Ajak Pemkot Bogor Olah Minyak Jelantah

BOGOR – WARTABOGOR.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat tawaran kerjasama dari sebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah (limbah minyak goreng). Nantinya, minyak jelantah akan diolah menjadi biodiesel sebagai zat aditif Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tawaran tersebut disampaikan oleh perwakilan dari perusahaan swasta asal Jepang kepada Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat (16/10). Menurut Dedie, Kota Bogor pernah memiliki pengalaman dalam memanfaatkan jelantah, yakni limbah minyak goreng menjadi bahan bakar minyak biodiesel.

Jelantah dimanfaatkan untuk zat aditif BBM pada kendaraan Transpakuan, pada 12 tahun lalu. Namun, kendalanya adalah pasokan bahan baku minyak jelantah yang tidak stabil jumlahnya sehingga proses produksinya juga tidak bisa berjalan stabil dan konsisten.

“Karena itu, pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel ini tidak mungkin hanya dilakukan oleh Pemerintah, sehingga perlu ada keterlibatan swasta,” katanya.

Menurut Dedie, perusahaan swasta dari Jepang ini menawarkan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel untuk tambahan BBM yakni B30 sampai B100. Berdasarkan diskusi, keduanya menginginkan kepastian adanya pasokan minyak jelantah.

“Kalau saat ini ada tawaran untuk pengolahan minyak jelantah, maka potensi minyak jelantah ini akan diupayakan untuk menaikkan nilai tambahnya,”katanya.

Sementara itu, perwakilan dari perusahaan swasta asal Jepang, Cahyo, mengatakan, kehadiran mereka ke Balai Kota Bogor adalah menawarkan proposal kerjasama untuk pengolahan limbah minyak goreng menjadi biodiesel. Tawaran ini akan menjadi satu proyek percontohan untuk pengolahan biodiesel yang ramah lingkungan.

“Kalo proyek percontohan ini berhasil, bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya,” katanya. (republika.co.id)