Pemberdayaan Masyarakat

Polbangtan Kementan Lakukan Monitoring Program Pompanisasi di Desa Lumbang dan Jagabita

BOGOR-WARTA BOGOR – Tim monitoring dan evaluasi (Monev) dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melaksanakan evaluasi Program Pompanisasi di Desa Lumbang dan Desa Jagabita sebagai bagian dari Program Pengembangan Pertanian Air Terkendali (PAT) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian. Program ini bertujuan untuk membantu petani mengatasi masalah irigasi, terutama pada musim kemarau, dengan menggunakan pompa air sebagai solusi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa pompanisasi merupakan solusi cepat dalam memperluas areal tanam di saat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.

“Pompanisasi sudah kita didistribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dunia,” jelasnya.

Advertisement

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti berharap petani dapat memanfaatkan program ini dengan baik, agar dapat meningkatkan produksi padi nasional.

Tim monev yang dipimpin oleh Wasissa Titi Ilhami, dan Fita Dwi Untari, mengevaluasi penggunaan pompa air yang diserahkan kepada kelompok tani (Poktan) di kedua desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pompa bantuan dari Kementerian Pertanian telah dimanfaatkan dengan baik, meskipun beberapa kendala masih perlu diatasi.

Di Desa Lumbang, Poktan Cilangkap 1 yang dipimpin oleh Sukron menerima satu unit pompa air dari Kementan. Pompa ini telah berhasil menyelamatkan 5.000 m² lahan sawah dari ancaman kekeringan, dengan luas total lahan tanam mencapai 15.000 m². Penggunaan pompa ini memerlukan sekitar 6-7 liter bensin untuk operasional selama 10 jam, dengan biaya sekitar Rp 60.000-Rp 72.000 per hari.

Advertisement

Meskipun lahan di Desa Lumbang tidak mengalami kekeringan yang signifikan pada musim tanam pertama dan kedua, pompa air tetap digunakan untuk memastikan lahan sawah tetap produktif. Namun, jarak lahan yang jauh dari sumber air menjadi tantangan, sehingga petani membutuhkan tambahan selang untuk mendistribusikan air secara optimal.

“Pompa ini sangat membantu, terutama untuk menyelamatkan lahan kami dari kekeringan. Namun, kami masih memerlukan selang yang lebih panjang agar air bisa menjangkau seluruh sawah,” kata Sukron, Ketua Poktan Cilangkap 1.

Sementara itu, di Desa Jagabita, Poktan Leles yang dipimpin oleh Ahmad Gozali juga menerima satu unit pompa air dari Kementan. Namun, desa ini menghadapi kondisi yang lebih menantang dengan kekeringan pada musim tanam pertama dan kedua. Dampak kekeringan mengakibatkan penurunan hasil panen, dengan hanya 70% hasil pada tanam pertama dan 50% pada tanam kedua.

Advertisement

Pompa di Desa Jagabita telah digunakan untuk menyelamatkan 5.000 m² lahan sawah, dengan konsumsi bensin sekitar 5 liter untuk operasional 6 jam, yang memerlukan biaya Rp 60.000 per hari. Sama seperti di Desa Lumbang, kendala utama yang dihadapi adalah jarak lahan yang jauh dari sumber air, sehingga petani juga memerlukan tambahan selang.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pompa ini, namun lahan yang jauh dari sumber air masih memerlukan upaya ekstra agar semuanya bisa diairi dengan baik,” ungkap Ahmad Gozali, Ketua Poktan Leles.

Untuk mengatasi keterbatasan dalam menjangkau seluruh lahan, petani di kedua desa menggunakan pompa air pribadi secara swadaya. Dengan rencana tanam kembali pada bulan Oktober di Desa Lumbang dan November di Desa Jagabita, Program Pompanisasi ini diharapkan terus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di kedua desa.

Advertisement

Polbangtan Bogor berkomitmen untuk terus mendampingi para petani dalam program ini, sehingga pompa air dapat digunakan secara optimal dan lahan pertanian tetap produktif sepanjang tahun. (agm)

Share

Recent Posts

Sumpah Pemuda 2026: 5 Aksi Nyata Pemuda Muslim untuk Indonesia

WARTA BOGOR - Setiap 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk mengenang tekad generasi…

9 hours ago

Aksi Mahasiswa UI 28 Oktober, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar…

12 hours ago
Advertisement

Pemerintah Siapkan 4 Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk…

1 day ago

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang…

1 day ago

Operasi Patuh 2026 Digelar, Ini 11 Pelanggaran serta Denda Maksimalnya

JAKARTA – WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara…

1 day ago

Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Bogor Dibuka Besok untuk Uji Coba

BOGOR – WARTA BOGOR - Trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kota Bogor,…

2 days ago