Selama Ramadhan 1441 H,Rumah Zakat Sulap Halaman Rumah Jadi Dapur Umum

BOGOR-WARTABOGOR.id- Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Elan Jaelani berinisiatif mendirikan Dapur Umum di halaman rumahnya untuk melayani serta membantu masyarakat terdampak wabah Covid-19 dalam berbuka puasa di Kampung Nagrog RW 12 Kelurahan Pamoyanan.

Kesibukan terlihat setiap sore di halaman rumah Relawan Inspirasi Rumah Zakat ini, mereka adalah ibu-ibu yang membantu menyiapkan makanan untuk dibagikan kepada masyarakat, khususnya yang terdampak wabah Covid-19 di Desa Berdaya Pamoyanan. Setelah selesai di kemas, maka makanan pun di distribusikan oleh Satgas Pencegahan Covid-19 kepada warga.

“Alhamdulillah setidaknya kami menyiapkan makanan berupa nasi box maupun nasi bungkus antara 50 sampai dengan 100 paket setiap hari di Bulan Ramadhan ini, karena banyak sekali masyarakat saat ini tidak berpenghasilan dengan adanya kebijakan pemerintah berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor” Ungkap Elan Jaelani, Sabtu (09/05).

“Selain itu dapur umum ini juga berfungsi untuk menampung bantuan-bantuan dari masyarakat sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak wabah Covid-19” tambah Elan.

“Di RW 12 Kelurahan Pamoyanan ini jumlah warganya sekitar 200 KK, dari jumlah tersebut mayoritas memiliki pekerjaan informal seperti pedagang, Ojek Pangkalan, Ojek Online dan buruh harian lepas, mereka saat ini nyaris kehilangan pekerjaannya, jadi dengan adanya Dapur Umum ini sangat membantu Masyarakat”Kata Eka Lesmana, Humas RW 12 kelurahan Pamoyanan.

Dapur umum ini konsepnya adalah swadaya masyarakat untuk ketahanan pangan, ada masyarakat maupun perusahaan yang berinisiatif membantu jalannya dapur umum ini, sehingga tetap bergotong royong untuk saling membantu. Salah satu donaturnya adalah Rumah Sakit UMMI Bogor yang konsisten memberikan bantuan bahan makanan baik beras maupun lauk pauk.

“Alhamdulillah sangat terbantu sekali dengan adanyan dapur umum ini, apalagi kami sebagai perantau serta pekerjaan juga terhambat karena adanya PSBB” Kata Mas Parmin, salah satu warga yang terdampak wabah Covid 19 secara ekonomi.

Elzy