SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Mentan Syahrul Yasin Limpo telah memperkenalkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern di Indonesia melalui Kostratani, yaitu dengan memperkuat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui teknologi 4.0 untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Menghadapi wabah Covid-19 ini, SYL berpesan SDM pertanian untuk tetap bekerja di lahan pertanian dengan semangat, melaksanakan seruan pemerintah dengan jaga jarak (social distance), menghindari kerumunan banyak orang, sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, rajin mengkonsumsi produk empon-empon (herbal) seperti wedang uwuh, jahe, kunir asem, beras kencur, dan lain-lain yang secara klinis dapat melawan covid-19.
Arahan Mentan SYL dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertanianmelawancovid19.
Meski dalam kondisi pandemi Corona, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memantau perkembangan pelaksanaan Program Kostratani di Jawa Barat. Komunikasi secara intensif dilakukan melalui media sosial untuk mencegah penularan virus.

Salah satu binaan Kostratani di Sukabumi, Balai penyuluhan Pertanian (BPP) Tegalbuleud melaporkan perkembangan usahatani padi di wilayah binaannya. “ Bulan April ini Tegalbuleud akan melaksanakan panen raya,” ucap Muslih, Koordinator BPP Tegalbuleud penuh semangat.
“Petani kami menanam padi jenis Inpari 32 dan Mekongga di lahan seluas 1.800 hektar, dan semuanya akan panen serentak di bulan ini,” lanjutnya.
Sementara itu, menurut salah satu Penyuluh Kecamatan Tegalbuleud Acep Supriatman Buchori bahwa petaninya sangat bersemangat mengelola usahatani padinya. “Kemarin kami memonitor panen padi di kelompoktani Tunas Karya Muda, hasilnya cukup memuaskan dengan produktivitas 6,5 ton/Ha,” kata Acep.
Pewarta : Acep Buchori
Editor : Ar