Dukung Kostratani, Penyuluh BPP Ciemas Kawal Petani Panen Padi Gogo Varietas Lokal

SUKABUMI-WARTABOGOR.id –  Mentan Syahrul Yasin Limpo telah memperkenalkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern di Indonesia melalui Kostratani, yaitu dengan memperkuat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui teknologi 4.0 untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Menghadapi wabah Covid-19 ini, SYL berpesan SDM pertanian untuk tetap bekerja di lahan pertanian dengan semangat, melaksanakan seruan pemerintah dengan jaga jarak (social distance),  menghindari kerumunan banyak orang, sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, rajin mengkonsumsi produk empon-empon (herbal) seperti wedang uwuh, jahe, kunir asem, beras kencur, dan lain-lain yang secara klinis dapat melawan covid-19.

Arahan Mentan  SYL dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertanianmelawancovid19.

Penyuluh Kabupaten Sukabumi memang terkenal rajin dan semangat dalam mendampingi petani. Demikian juga dengan penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ciemas Kabupaten Sukabumi, salah satu binaan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Dibawah kepemimpinan Koordinator Penyuluh Aang Eso Suwarso, dirinya memotivasi rekan-rekannya sesama penyuluh untuk tetap bekerja meski dalam kondisi pandemi Covid-19. “Salah satu lokasi desa binaan kami, Kelompoktani Harapan Jaya Desa Girimukti kali ini sedang panen padi gogo di lahan tadah hujan seluas 3,5 Ha,” kata Aang.

Mengenai varietas padi yang ditanam, Aang mengatakan bahwa petani menanam varietas lokal yang dikenal dengan jenis Tamleg. Varietas tersebut sangat cocok ditanam di daerah Girimukti.

Sementara itu, Penyuluh Desa Girimukti Dede Muhayar mengatakan bahwa hasil panen yang diperoleh 3,7 ton/hektar. “Padi jenis gogo ini dijual di pasaran dengan harga Rp 350.000,- per Kwintal,” jelas Dede.

Pewarta : Aang E.S.

Editor : Ar