JAKARTA – WARTA BOGOR – Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Muhammad Syahril mengatakan semua bayi akan mendapatkan imunisasi tetes rotavirus (RV). Program ini dilakukan agar melindungi anak di Indonesia dari kejadian diare berat.
Menurut Syahril, pemberian imunisasi RV akan dilaksanakan secara nasional pada 15 Agustus 2023 di Sulawesi Selatan.
“Sasaran pemberian imunisasi RV dimulai paling cepat pada anak di usia 2 bulan,” ujar Syahril, dilansir siaran pers Kemenkes pada Senin (14/8/2023).
“Yang akan diberikan sebanyak 3 dosis dengan jarak 4 minggu antar dosis, dan imunisasi RV dosis terakhir diberikan pada bayi usia 6 bulan 29 hari,” tambahnya.
Pada tahun 2022, pemberian imunisasi RV di Indonesia dilaksanakan secara bertahap di 21 Kabupaten/Kota di 18 Provinsi dengan sasaran 196.876 bayi.
Saai itu, ada dua pertimbangan yang dilakukan, yakni angka morbiditas dan mortalitas diare yang tinggi pada balita serta kesiapan sumber daya daerah dalam pelaksanaan imunisasi.
Berdasarkan data dari Indonesian Rotavirus Surveilance Network (IRSN) (Soenarto et al, 2017) sekitar 45% kasus rawat inap balita disebabkan oleh diare cair akut yang disebabkan Rotavirus. Bahkan 9,8% kematian pada bayi dibawah 12 bulan dan 4,55% kematian pada balita usia 12-59 bulan disebabkan oleh diare.
Adapun penyelenggara imunisasi dilaksanakan secara terpadu dengan lintas program dan lintas sektoral dalam hal tenaga, sarana, dan dana mulai dari tingkat pusat sampai tingkat pelaksana.
“Seluruh kebutuhan vaksin dibebankan pada APBN, sedangkan biaya operasional dibebankan pada APBN, APBD, dan sumber lainnya yang tidak mengikat,” pungkas Syahril.
Sumber: Kompas.com