Berita

Susun Strategi Pemasaran di Masa Pandemi, Mahasiswi Polbangtan Bogor ini Pasarkan Kangkung Organik

BATU BARA-WARTABOGOR.id – Mempunyai potensi sayuran organik yang melimpah, petani Desa Air Hitam, Kabupaten Batu Bara hanya mampu memasarkannya ke pasar setempat. Padahal dengan inovasi teknologi pemasaran, kangkung organik ini memiliki harga yang lebih tinggi.

“Dalam masa pandemi saat ini, pemasaran dari sayur ini menurun. Sehingga kami sebagai petani sayur harus lebih bisa meningkatkan strategi dan pemasaran supaya tidak seterusnya menurun,” ungkap salah satu mahasiswi semester 2 jurusan Agribisnis Hortikultura Iurusan Pertanian di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Irma Nurul Rizkiyanti setelah mewawancarai petani sayur di Desa Air Hitam, Kabupaten Batu Bara, Rusdi.

Irma mewawancarai petani sayur tersebut, guna menggali informasi kondisi dan permasalahan pemasaran yang selama ini dihadapi petani hortikultura di kampung halamannya. 

Advertisement

Dari hasil wawancara tersebut, Irma bisa mengarahkan strategi yang bisa diambilnya untuk program pendampingan yang bisa dilakukannya bersama Penyuluh yang bertugas di BPP Lubuk Besar Kecamatan Datuk Limapuluh, Nasrul.

“Memang situasi pandemi covid-19 ini sangat memberikan dampak yang besar bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat, terlebih juga daya beli yang semakin hari semakin menurun seperti yang dikatakan Rusdi tersebut,” beber Irma.

Setiap panen, Rusdi mengaku bisa mengumpulkan kangkungnya sebanyak 200 sampai 300 ikat kemudian dijual ke tengkulak ataupun ia jual ke pasar tradisional langsung yang berada di Tanjung Tiram.

Advertisement

“Ketika saya mendengar dari ucapan petani tersebut, saya sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan pendampingan bersemangat untuk membantu pak Rusdi memasarkan kangkung yang ia panen sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih wajar,” tambahnya

Karena itu, Irma menggagas pemasaran kangkung tersebut lewat daring/online dengan menggunakan media sosial seperti Whatsapp, Instagram, dan juga Facebook. “Dengan melakukan pemasaran seperti ini, saya merasa bahwa saya bisa membantu meningkatkan pemasaran sayur Pak Rusdi sehingga beliau setiap panen bisa mengumpulkan kangkung sebanyak 300-400 ikat terlebih juga kangkung tersebut kangkung organik,” bebernya.

Dari pendampingan ini Irma mengaku banyak mendapat pembelajaran. “Untuk kedepannya, pengembangan agribisnis harus bisa dikembangkan sehingga bisa membantu ekonomi dan sosial yang ada di lingkungan pertanian seperti ini,” harapnya.

Advertisement

Pewarta : Irma Nurul Rizkiyanti

Sumber : Polbangtan Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

BKN Buka Program ASN Promote ASN, Bisa Diusulkan Rekan Kerja Berprestasi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Kepegawaian Negara (BKN) meluncurkan program ASN Promote ASN yang…

13 hours ago

Sumpah Pemuda 2026: 5 Aksi Nyata Pemuda Muslim untuk Indonesia

WARTA BOGOR - Setiap 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk mengenang tekad generasi…

23 hours ago
Advertisement

Aksi Mahasiswa UI 28 Oktober, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar…

1 day ago

Pemerintah Siapkan 4 Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk…

2 days ago

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang…

2 days ago

Operasi Patuh 2026 Digelar, Ini 11 Pelanggaran serta Denda Maksimalnya

JAKARTA – WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara…

2 days ago