Tertarik Budi Daya Jamur Tiram, yuk..simak caranya!

WARTA BOGOR – Jamur tiram menjadi salah satu komoditas yang cukup mudah dibudidayakan masyarakat.

Jamur ini tidak memakan banyak ruang karena bisa dibudidayakan secara vertikal.

“Kalau budi daya jamur, mereka berada pada suhu kurang-lebih pada 28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 80-90 persen,” jelas Helmi,Jumat (17/6/2022).

Artinya, jamur bisa ditanam di mana saja, termasuk dalam ruangan, asalkan suhu dan kelembapan terjaga dengan baik.

Bahkan, ditumpuk secara berdempetan antara satu jamur dan yang lainnya pun tidak masalah. Asalkan, kata Helmi, baglog (media tanam) tidak boleh sampai kering sehingga jamur tidak bisa tumbuh.

Helmi mengungkapkan dirinya sempat menjadi aparatur sipil negara (ASN) pada 2011 sebelum memutuskan keluar pada 2020 dan memilih menjadi petani jamur tiram penuh waktu.

Perihal omzet, Helmi mengungkapkan saat ini Jamur Halwa memiliki 17 kumbung (rumah jamur). Jika semuanya dalam periode aktif, pihaknya bisa mendapatkan rata-rata panen 50 kilogram.

“Bisa dikalikan sendiri (dengan harga jamur). Itu baru dari jamur segar, belum dari olahan jamur, bibit, dan lain-lain. Tapi, saat ini, omzet sudah mencapai sekitar Rp1 miliar per bulan,” pungkas Helmi.

Guna memudahkan budi daya jamur, Helmi mengungkapkan, pihaknya menawarkan program bagi masyarakat yang baru ingin memulainya.

Melalui program ini, Jamur Halwa memberikan paket seharga Rp 200 ribu yang mencakup 20 bibit jamur dalam baglog, botol semprot dua liter, dan higrometer (alat pengukur tingkat kelembapan suatu tempat) digital.

Paket juga mencakup satu keranjang panen dan buku panduan budi daya jamur tiram secara lengkap dalam bentuk PDF.

“Ini bisa untuk budi daya di rumah. Seumpama mereka merasa cocok dengan budi daya jamur, baru ke langkah budi daya selanjutnya. Langkah pertama ini masih edukasi, pengenalan. Kedua, ngomongin soal bisnis,” ujar Helmi.
(Kompas.com)