Pendidikan

1.047 Mahasiswa Terjebak Kasus Perdagangan Orang Berkedok Magang di Jerman, Komisi X DPR Bersuara

JAKARTA – WARTA BOGOR – Ribuan mahasiswa diduga terjebak kasus dugaaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok magang di salah satu negara eropa yakni, Jerman.

Kemendikbud Ristek dinilai tidak mempunyai mekanisme pengawasan ketat terhadap program magang Kampus Merdeka.

“Adanya kasus dugaan TPPO dalam program Ferienjob di Jerman melibatkan mahasiswa sangat memprihatinkan. Apalagi korbannya mencapai ribuan mahasiswa. Kami berharap mas Menteri Nadiem Makarim menjelaskan kasus ini secara gamblang ke publik,” ujar Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, Jakarta, Senin (25/03/2024).

Advertisement

Program magang sendiri merupakan salah satu unggulan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim.

Diketahui, 1.047 mahasiswa dari 33 kampus di seluruh Indonesia diduga menjadi korban TPPO berkedok magang dalam Program Ferienjob Jerman.

Para korban ini diantaranya berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pelaku berdalih jika program magang Ferienjob ini bisa dikonversi menjadi 21 Sistem Kredit Semester (SKS).

Advertisement

Menurut Syaiful Huda, kasus eksploitasi dalam program magang Kampus Merdeka sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan ekstra dari Kemendikbud Ristek maupun pihak kampus dalam memastikan program magang Kampus Merdeka tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah.

“Sekilas program magang dalam program MBKM ini cukup aplikatif di mana mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam dunia kerja sebagai bekal saat mereka lulus. Kendati demikian, jika tidak diamati dengan ketat maka program ini rawan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” jelas Huda.

Huda mengungkapkan bahwa dalam program magang Kampus Merdeka sebenarnya sudah ada ketentuan perlindungan mahasiswa, diantaranya seperti mendapatkan benefit berupa biaya hidup, biaya transportasi, dan jaminan mentoring.

Advertisement

Lanjut, Huda meminta agar Kemendikbud Ristek melakukan review terhadap program magang dalam program Kampus Merdeka. Menurutnya, perlu dilakukan penelusuran lebih jauh apakah program magang Kampus Merdeka ini telah sesuai dengan tujuan awal dan tidak merugikan mahasiswa.

“Kami berharap jangan sampai program magang ini hanya menjadi sarana eksploitasi para mahasiswa,” tutupnya.

 

Advertisement

Sumber: Tribunnews

Share

Recent Posts

Wali Kota Bogor Minta Konsep Leuweung Batutulis Dikembalikan sebagai Hutan Kota

BOGOR - WARTA BOGOR - Konsep pembangunan Leuweung Batutulis yang saat ini tengah dikerjakan oleh…

3 hours ago

Jadi Tamu Kehormatan, Prabowo Bertolak ke Rusia Hadiri Eastern Economic Forum ke-11

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern…

5 hours ago
Advertisement

Perjalanan Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat ke Serial Animasi ‘Melangkah dari Timur’

WARTA BOGOR - Perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia semasa…

19 hours ago

Progres Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Capai 45 Persen, Targetkan Awal November dibuka

BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor terus dikerjakan.…

1 day ago

Daftar Harga BBM Pertamina yang Naik per 1 September 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi merilis penyesuaian harga bahan bakar…

1 day ago

Rumah Zakat Salurkan 130 Paket Pangan untuk Duafa di Kota dan Kabupaten Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 25 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga duafa…

1 day ago