Pertanian

249 Generasi Muda Mulai Langkah Baru di Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Kegiatan registrasi calon mahasiswa baru berlangsung pada Minggu, (16/8/2026), di Kampus Jurusan Pertanian Polbangtan Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kedatangan calon mahasiswa bersama orang tua dan pendamping menjadi penanda dimulainya babak baru. Mereka tidak hanya memasuki lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga mulai mengenal dunia pertanian dari berbagai perspektif yang sesuai dengan bidang studi yang dipilih.

Dari 249 calon mahasiswa tersebut, 74 orang memilih Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB). Sebanyak 68 orang memilih Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), 37 orang memilih Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), 36 orang memilih Agribisnis Hortikultura (AGH), dan 34 orang memilih Kesehatan Hewan (Keswan).

Advertisement

Kelima pilihan tersebut menggambarkan luasnya ruang belajar bagi generasi muda di sektor pertanian. Bidang penyuluhan, peternakan, mekanisasi, agribisnis hortikultura, hingga kesehatan hewan memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun pertanian yang produktif, modern, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menghadapi tantangan pertanian masa depan. Menurutnya, pertanian modern membutuhkan anak muda yang menguasai kemampuan teknis dan manajerial serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika pasar. “Pertanian modern membutuhkan generasi muda yang mampu menguasai aspek teknis dan manajerial agar siap menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, dan dinamika pasar,” ujar Amran.

Pesan tersebut menjadi sangat relevan bagi 249 calon mahasiswa yang baru saja memulai pendidikan. Masa perkuliahan akan menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta mendapatkan pengalaman yang dekat dengan persoalan nyata di sektor pertanian.

Advertisement

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa pendidikan vokasi pertanian harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan sektor pertanian dan teknologi.

Menurut Idha, proses pendidikan di Polbangtan diarahkan untuk membangun kompetensi teknis sekaligus kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi pertanian.

Bagi mahasiswa baru, hal tersebut menjadi bekal untuk menjalani proses pendidikan secara aktif. Mereka tidak hanya dituntut memahami materi perkuliahan, tetapi juga memiliki kesempatan belajar melalui praktik, berorganisasi, membangun jejaring, serta mengembangkan gagasan dan potensi yang dimiliki.

Advertisement

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun kompetensi sekaligus karakter. Menurutnya, lingkungan pendidikan vokasi harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan menumbuhkan keberanian mengambil peran dalam pembangunan pertanian.

Di Polbangtan Bogor, pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyatakan bahwa kampus ingin mencetak mahasiswa yang tidak hanya berkembang dari sisi kompetensi, tetapi juga memiliki integritas. “Kami ingin mencetak pribadi, mahasiswa, dan alumni yang JAWARA, yaitu Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel,” ujar Yoyon.

Nilai-nilai tersebut menjadi salah satu fondasi bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus. Sebab, pendidikan pertanian tidak hanya berbicara mengenai kemampuan teknis, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda membangun sikap, tanggung jawab, dan karakter saat kelak berhadapan dengan masyarakat serta dunia profesional.

Advertisement

Proses registrasi bagi 249 calon mahasiswa tersebut pun menjadi lebih dari sekadar tahapan administratif. Di balik setiap nama terdapat pilihan, harapan, dan cita-cita yang kini mulai diarahkan pada satu bidang yang memiliki peran krusial bagi kehidupan bangsa.

Mereka datang ke Polbangtan Bogor dengan latar belakang dan harapan yang berbeda. Namun, memiliki titik awal yang sama: belajar memahami pertanian, mengembangkan kemampuan, dan menemukan ruang untuk berkontribusi.

Hari ini mereka datang sebagai calon mahasiswa. Dari kampus ini, perjalanan mereka dimulai untuk mengenal pertanian lebih dekat, membangun kompetensi, serta menyiapkan diri menjadi bagian dari generasi yang akan menentukan wajah pertanian Indonesia di masa depan. (and)

Advertisement
Share

Recent Posts

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…

13 minutes ago

Polbangtan Kementan Meriahkan Kirab Merah Putih Kota Bogor lewat Drumband Canka Lembayung Muda

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut berpartisipasi dalam Kirab Merah Putih Kota…

1 hour ago
Advertisement

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polbangtan Kementan Luncurkan Gerakan Tanam Bersama di Batanghari

BATANGHARI-WARTA BOGOR – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan demi tercapainya Swasembada Pangan Nasional secara…

2 hours ago

Festival Merah Putih 2026 Berakhir, Dorong Perputaran Ekonomi Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama…

6 hours ago

Karhutla Meluas di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Ditunda

JABAR - WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di…

9 hours ago

Komisi III DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai Perampasan Aset

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi III DPR RI mengungkapkan terdapat 13 jenis tindak pidana…

22 hours ago