Oplus_131072
WARTA BOGOR – Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) merilis data terbaru mengenai dugaan perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) oleh Rusia untuk bergabung dalam militernya dan berperang melawan Ukraina.
Melalui laman resminya, FISU menyebut Rusia terus melakukan perekrutan warga negara asing secara sistematis untuk terlibat dalam perang melawan Ukraina.
Menurut FISU, perekrutan warga asing dilakukan Kremlin untuk memenuhi sejumlah kepentingan. Selain mengisi kekurangan personel di garis depan, keberadaan rekrutan asing juga disebut digunakan sebagai bagian dari propaganda untuk memperkuat narasi mengenai adanya dukungan internasional terhadap “operasi militer khusus”.
FISU juga menyebut perekrutan warga asing berkaitan dengan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat Rusia terhadap kondisi sosial dan ekonomi, perang, serta rencana gelombang mobilisasi baru. Tingkat ketidakpuasan tersebut disebut telah mencapai 69 persen.
Kondisi itu disebut berdampak pada menurunnya jumlah warga yang bersedia mendaftarkan diri secara sukarela untuk bergabung dalam militer.
“Indonesia telah menjadi contoh terbaru dari pola ini,” demikian keterangan pers FISU dikutip Republika di Jakarta, Senin (31/8/2026).
FISU mengaku telah memperoleh sejumlah dokumen yang menunjukkan setidaknya delapan warga negara Indonesia direkrut ke dalam jajaran tentara Rusia.
Menurut FISU, para warga asing tersebut diduga tertarik bergabung karena berbagai janji yang ditawarkan, mulai dari gaji tinggi, tugas non-tempur, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, hingga berbagai tunjangan sosial.
“Janji-janji gaji tinggi, tugas nontempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang, lebih sering daripada tidak, tidak tahu ke mana mereka sebenarnya dikirim,” begitu penjelasan FISU.
Delapan WNI yang datanya dirilis FISU disebut telah memperoleh visa Rusia dan direkrut untuk ditempatkan di garis depan dalam perang melawan Ukraina. FISU juga menampilkan identitas lengkap kedelapan warga Indonesia tersebut.
Kedelapan nama yang disebut dalam data tersebut yakni Yudha Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Syaripudin Muhammad, Maulana M Hadi, Iskandar Wahyu Oktavian, serta Hakim yang disebut memperoleh visa melalui Belarusia.
Daftar tersebut disebut berada di luar nama mantan personel Marinir TNI AL Serda (Mar) Satriya Arta Kumbara dan anggota Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio yang sebelumnya juga menjadi perhatian publik terkait keterlibatan dalam militer Rusia.
“Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta, telah bergabung dalam daftar negara-negara yang telah diubah Kremlin menjadi sumber tenaga kerja murah untuk perang,” jelas keterangan FISU.
Sumber: Republika
BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…
BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut berpartisipasi dalam Kirab Merah Putih Kota…
BATANGHARI-WARTA BOGOR – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan demi tercapainya Swasembada Pangan Nasional secara…
BOGOR - WARTA BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama…
JABAR - WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi III DPR RI mengungkapkan terdapat 13 jenis tindak pidana…