Umum

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR – Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) merilis data terbaru mengenai dugaan perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) oleh Rusia untuk bergabung dalam militernya dan berperang melawan Ukraina.

Melalui laman resminya, FISU menyebut Rusia terus melakukan perekrutan warga negara asing secara sistematis untuk terlibat dalam perang melawan Ukraina.

Menurut FISU, perekrutan warga asing dilakukan Kremlin untuk memenuhi sejumlah kepentingan. Selain mengisi kekurangan personel di garis depan, keberadaan rekrutan asing juga disebut digunakan sebagai bagian dari propaganda untuk memperkuat narasi mengenai adanya dukungan internasional terhadap “operasi militer khusus”.

Advertisement

FISU juga menyebut perekrutan warga asing berkaitan dengan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat Rusia terhadap kondisi sosial dan ekonomi, perang, serta rencana gelombang mobilisasi baru. Tingkat ketidakpuasan tersebut disebut telah mencapai 69 persen.

Kondisi itu disebut berdampak pada menurunnya jumlah warga yang bersedia mendaftarkan diri secara sukarela untuk bergabung dalam militer.

“Indonesia telah menjadi contoh terbaru dari pola ini,” demikian keterangan pers FISU dikutip Republika di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Advertisement

FISU mengaku telah memperoleh sejumlah dokumen yang menunjukkan setidaknya delapan warga negara Indonesia direkrut ke dalam jajaran tentara Rusia.

Menurut FISU, para warga asing tersebut diduga tertarik bergabung karena berbagai janji yang ditawarkan, mulai dari gaji tinggi, tugas non-tempur, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, hingga berbagai tunjangan sosial.

“Janji-janji gaji tinggi, tugas nontempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang, lebih sering daripada tidak, tidak tahu ke mana mereka sebenarnya dikirim,” begitu penjelasan FISU.

Advertisement

Delapan WNI yang datanya dirilis FISU disebut telah memperoleh visa Rusia dan direkrut untuk ditempatkan di garis depan dalam perang melawan Ukraina. FISU juga menampilkan identitas lengkap kedelapan warga Indonesia tersebut.

Kedelapan nama yang disebut dalam data tersebut yakni Yudha Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Syaripudin Muhammad, Maulana M Hadi, Iskandar Wahyu Oktavian, serta Hakim yang disebut memperoleh visa melalui Belarusia.

Daftar tersebut disebut berada di luar nama mantan personel Marinir TNI AL Serda (Mar) Satriya Arta Kumbara dan anggota Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio yang sebelumnya juga menjadi perhatian publik terkait keterlibatan dalam militer Rusia.

Advertisement

“Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta, telah bergabung dalam daftar negara-negara yang telah diubah Kremlin menjadi sumber tenaga kerja murah untuk perang,” jelas keterangan FISU.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: Republika

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Targetkan Penurunan Kabel Udara Sepanjang 20 Kilometer pada 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melanjutkan penataan kabel udara melalui…

12 hours ago

Menteri Koperasi Pastikan Gaji PNS Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Tahun Ini

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan rencana penyaluran gaji pegawai negeri…

14 hours ago
Advertisement

Pemerintah Azerbaijan Batasi Penggunaan Hijab di Sekolah, Ini Alasannya

WARTA BOGOR - Pemerintah Azerbaijan menerapkan aturan seragam sekolah baru yang berdampak pada penggunaan hijab…

16 hours ago

BAZNAS Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menargetkan penghimpunan zakat, infak,…

2 days ago

Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis untuk Salurkan Bansos

JAKARTA - WARTA BOGOR - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan…

2 days ago

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi…

2 days ago