Oplus_131072
JAKARTA – WARTA BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyebut adanya potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara itu, pemerintah belum menetapkan tanggal resmi Lebaran karena masih menunggu hasil sidang isbat.
Pratikno mengatakan sidang isbat penentuan awal Syawal akan digelar pemerintah pada 19 Maret 2026.
“Memang terdapat potensi perbedaan Hari Raya Idul Fitri. Nanti kita tunggu hasilnya, tetapi itu tidak mengganggu mengenai jadwal libur dan seterusnya,” ujar Pratikno dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, meskipun ada kemungkinan perbedaan penetapan, hal tersebut tidak menjadi persoalan. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga sikap saling menghormati di tengah perbedaan.
Pratikno berharap penetapan 1 Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah dapat berlangsung pada tanggal yang sama.
Namun jika terjadi perbedaan, masyarakat diharapkan tetap menjaga toleransi.
“Semoga sama. Kalau pun berbeda tidak apa-apa. Yang penting kita saling menghormati dan menghargai jika memang terdapat perbedaan hasil sidang isbat mengenai tanggal 1 Syawal,” katanya.
Sumber: Kompas
BALI - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan pesan tegas kepada jajaran Kabinet…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Radio Elshinta memperkuat kolaborasi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW…
BANDUNG - WARTA BOGOR - Persib Bandung bakal menghadapi jadwal padat pada musim 2026/2027. Maung…
WARTA BOGOR - Platform pesan instan milik Meta, WhatsApp (WA), mengumumkan tiga fitur keamanan baru…