Berita

Agar Tak Kalap Belanja Saat Harbolnas 11.11, Simak Tipsnya

JAKARTA-WARTABOGOR.id- Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 adalah salah satu festival belanja online yang mungkin sudah kamu tunggu-tunggu.

Ada banyak promo menarik dan terbatas yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

Namun, hati-hati terhadap perilaku belanja impulsif yang mungkin kamu alami ketika sedang berburu promo Harbolnas 11.11.

Advertisement

Sebab, bisa jadi kamu malah menghabiskan uang untuk barang-barang yang tidak perlu.

Nah, supaya tidak kalap saat belanja di Harbolnas 11.11, simak tips belanja berikut:

  1. Tanyakan pada diri sendiri alasan kamu berbelanja
    Promo semacam Harbolnas 11.11 terjadi beberapa kali dalam satu tahun.

Belum lagi promo-promo di luar momen Harbolnas lainnya yang tak kalah menggiurkan.

Advertisement

Cobalah menanyakan pada diri sendiri tentang dorongan untuk membeli barang baru akan membuatmu mendapatkan jawaban, apakah memang perlu memberi barang tersebut.

“Perasaan yang kita rasakan ketika berbelanja online tampaknya logis, padahal sebenarnya ada reespons emosional di dalamnya,” ungkap peneliti perilaku konsumen dari Deakin Business School, DR Paul Harrison, seperti dilansir ABC Life.

Jika kamu pernah berbelanja online sebelumnya, cobalah menuliskan kembali apa saja yang pernah dibeli dalam beberapa bulan terakhir melalui online dalam sebuah jurnal.

Advertisement

Melihat kembali lemari pakaian juga bisa membuatmu berpikir kembali apakah kamu memang membutuhkan pakaian baru atau sekadar menginginkannya karena harganya sedang murah.

  1. Atur bujet
    Jika memang momen seperti Harbolnas 11.11 sudah kamu tunggu-tunggu, tak masalah untuk sesekali melakukan pembelian impulsif. Namun, untuk menghindari pengeluaran berlebihan, cobalah mengatur bujet terlebih dahulu.

Dilansir dari Real Simple, kamu bisa memanfaatkan sejumlah aplikasi dan mengatur notifikasi jika belanjamu sudah melebihi batas bujet.

Dengan cara ini, kamu masih memiliki kebebasan untuk membuat keputusan spontan dalam berbelanja, tetapi uang yang dikeluarkan masih dalam batas anggaran yang telah ditetapkan.

Advertisement
  1. Hati-hati dengan trik marketing
    Menjadi pembeli yang menerapkan kesadaran penting untuk menghadapi trik-trik marketing.

Pada momen festival belanja, kamu akan dibombardir oleh berbagai promo yang menggiurkan.

Namun, beberapa promo mungkin menjebak.

“Prioritaskan membeli apa yang kamu butuhkan, bukan sesuatu yang kamu pikir akan bermanfaat di kemudian hari hanya karena harganya murah,” kata Terapis Perkawinan dan keluarga berlisensi sekaligus sekretaris Financial Therapy Association, Dr Megan McCoy, kepada Real Simple.

Advertisement

Ketika seseorang berbelanja barang seenaknya, mereka tidak akan membiarkan bagian logis dari otak untuk membuat keputusan finansial, tetapi bagian otak yang melakukan keputusan secara reaktif.

Cobalah bertanya pada diri sendiri pertanyaan, seperti “Apakah aku benar-benar membutuhkan barang ini?”, “Apakah aku benar-benar menikmati barang ini atau mendapatkan nilai darinya?”.

Jika jawabannya bukan “ya” untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, tak peduli berapa banyak uang yang kamu punya, kamu tidak perlu membelinya.

Advertisement
  1. Prioritaskan barang yang dibutuhkan
    Beberapa orang mengincar momen seperti Harbolnas 11.11 untuk membeli barang keperluan mereka dengan harga yang murah.

Jika kamu memang sudah memiliki daftar barang kebutuhan dan mau berbelanja pada momen tersebut, cobalah gunakan fitur “filter” untuk membuat pencarianmu sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, buatlah pencarian menjadi lebih spesifik agar kamu tidak dibanjiri tawaran barang-barang sejenis.

Misalnya, jika kamu mencari “gaun hitam”, cobalah lebih spesifik dengan mengetik “gaun midi hitam”.

Advertisement

Cara ini akan membatasi tawaran barang dan promo yang masuk, sekaligus kamu juga mendapatkan barang yang dicari.

Berbelanja online memang cepat, mudah, nyaman, dan sering menawarkan promo yang sangat menarik.

Namun, kita bisa saja berakhir dengan membeli barang-barang yang sebetulnya tidak diperlukan hanya karena tergiur dengan harganya yang murah.

Advertisement

Kita bisa menghindari perilaku belanja online yang impulsif dengan bersikap pragmatis dan membekali diri dengan strategi belanja.

Dengan demikian, belanja online tidak membuat kita kalap, tetapi justru cara menghemat uang karena bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang lebih murah.(kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

40 Ribu Rumah di Jabar Masuk Program Renovasi Nasional, Gubernur Dedi Tambah Bantuan Modal Usaha

JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…

15 hours ago

Bareskrim Gerebek Rumah Produksi Whip-Pink Ilegal, Omzet Capai Miliaran Per-Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…

15 hours ago
Advertisement

Trump Klaim “Buka Selat Hormuz”, Sebut Dilakukan untuk China dan Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…

17 hours ago

Wamen PU Resmikan Sistem Canggih Deteksi Banjir di Cileungsi Bogor

CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…

1 day ago

Kuasai Teknologi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Operasikan Drone dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 Ha

TANAH LAUT-WARTA BOGOR  – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…

2 days ago

KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik oleh BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…

2 days ago