Umum

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA – WARTA BOGOR – Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit Indonesia pada Minggu (31/5/2026). Peristiwa astronomi ini dapat disaksikan dari berbagai wilayah Indonesia selama kondisi cuaca cerah dan tidak tertutup awan.

Blue Moon diperkirakan mencapai puncaknya pada pukul 15.45 WIB. Peneliti Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memastikan fenomena tersebut dapat diamati dari Indonesia.

“Bisa (disaksikan dari wilayah Indonesia). Blue Moon seperti purnama biasa,” kata Thomas Djamaluddin, dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Advertisement

Thomas menjelaskan bahwa meskipun disebut Blue Moon atau bulan biru, warna bulan tidak akan berubah menjadi biru. Bulan purnama tetap akan tampak berwarna putih kekuningan seperti biasanya.

Istilah Blue Moon digunakan untuk menyebut bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender yang sama. Karena kemunculannya yang jarang, fenomena ini melahirkan ungkapan populer dalam bahasa Inggris, “once in a blue moon”, yang merujuk pada peristiwa yang sangat langka.

Secara umum, Blue Moon memiliki dua definisi. Pertama, bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender, seperti yang berlangsung pada 31 Mei 2026. Kedua, bulan purnama ketiga dalam satu musim yang memiliki empat kali bulan purnama.

Advertisement

Fenomena tersebut terjadi karena bulan membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari untuk mengelilingi Bumi. Dalam satu tahun kalender, siklus tersebut menghasilkan sedikit lebih dari 12 kali bulan purnama.

Sementara itu, beberapa bulan dalam kalender memiliki panjang 30 hingga 31 hari, sehingga memungkinkan munculnya satu bulan purnama tambahan yang kemudian dikenal sebagai Blue Moon.

Menariknya, Blue Moon pada akhir Mei 2026 juga bertepatan dengan fenomena mikromoon. Mikromoon merupakan kondisi ketika bulan berada di dekat apogee atau titik terjauh dari Bumi dalam orbitnya.

Advertisement

Akibatnya, ukuran bulan yang terlihat dari Bumi tampak sedikit lebih kecil dan cahayanya sedikit lebih redup dibandingkan bulan purnama pada umumnya.

Fenomena Blue Moon dan mikromoon ini diperkirakan dapat diamati di berbagai wilayah Indonesia selama cuaca mendukung dan langit tidak tertutup awan maupun hujan.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: kompas

Advertisement

 

Share

Recent Posts

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

1 hour ago

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

2 hours ago
Advertisement

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

17 hours ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

22 hours ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri Bahas Peran KDMP, Ini Hasilnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet…

1 day ago

Menteri Koperasi Jelaskan Skema Penggajian Pegawai Koperasi Merah Putih

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan gaji pegawai Koperasi Desa/Kelurahan…

1 day ago