INDRAMAYU-WARTABOGOR.id – Sektor pertanian terus bergairah meski di tengah pandemi Covid-19. Sektor strategis yang terus digenjot produksinya. Sektor pertanian dituntut untuk terus memproduksi demi menjaga ketersediaan pangan dalam negeri.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Penyuluh Pertanian merupakan garda terdepan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan. “Kalian (penyuluh pertanian) adalah otaknya petani, pemegang manajemen pertanian di lapangan. Kalian yang menunjukkan mulai dari hulu ke hilir, mulai dari tanam sampai petik hingga jual,” seru Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kepada para penyuluh pertanian penuh semangat.
Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi mengajak semua pihak untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19. Kementan bekerja keras memastikan suplai bahan pangan yang cukup agar hal tersebut akan tercapai.
Dalam rangka mengamankan pangan sejak mulai proses produksi, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu, bersama petani yang tergabung dalam Gapoktan Tani Jaya Desa Mekarwaru melakukan gerakan pengendalian hama wereng Batang Coklat di areal pesawahan seluas 95 Ha pada tanggal 12 Mei 2020.
Gerakan pengendalian tersebut bertujuan untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama wereng yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Adapun sasarannya di lahan yang memiliki usia tanam berkisar 20 – 30 hari setelah tanam (HST).
Ketua Gapoktan Tani Jaya Desa Mekarwaru, Iwan Supriyanto mengatakan gerakan pengendalian hama wereng dilakukan dilahan seluas 95 hektare. Pengendalian hama wereng itu dilaksanakan di lahan tanaman padi yang terancam.
“Untuk awalan ini kita lakukan di lahan seluas 95 hektare tanaman padi yang terancam. Dimana, pengendalian ini dilakukan secara swadaya dan dibantu dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu,” kata Iwan, Selasa (12/05/2020).
Menurut Iwan, tanaman padi yang menjadi sasaran dalam gerakan pengendalian hama wereng itu meliputi lahan di Kelompok Tani Cikandung II, Cikandung, dan Cikandung Gede.
“Ketiga kelompok tani itu memang rawan dari hama wereng. Untuk luasan yang dinilai rawan seluas 95 hektare. Dimana, usia tanaman masih berkisar 20-30 HST,” kata Iwan.
Iwan mengatakan penyemprotan hama wereng itu menggunakan insektisida berbahan aktif buthyl phenyl methyl carbamate (BPMC). Pengendalian hama wereng ini juga harus dilakukan dengan tepat waktu, tepat cara, tepat obat dan tepat dosis.
“Harapan ini kami dengan adanya pengendalian dengan penyemprotan masal, dengan tepat waktu, tepat cara, tepat obat dan tepat dosisi ini, potensi meluasnya serangan wereng bisa dikendalikan sehingga tidak menyebabkan kerugian yang dialami petani,” pungkasnya.
Pewarta : Dedi Setiadi & Arif P
Editor : Ar
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…