Berita

Amankan Stok Pangan Jelang Ramadhan, Semangat Petani Mekar Mukti Patut Dipuji

SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Wabah Covid-19 mengakibatkan banyak pekerja harus Work From Home (WFH) untuk memutus mata rantai penularan virus. Namun hal ini tidak berlaku pada petani dan penyuluh pertanian. Mereka tetap bekerja di garda terdepan untuk menyediakan pangan bagi rakyat Indonesia.

Seperti yang dilakukan petani beserta penyuluh di Desa Mekar Mukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang melaksanakan panen raya di minggu ketiga April 2020 ini.

“Kami menyadari bahwa stok kebutuhan pangan warga harus dipenuhi. Wabah Covid-19 ini tidak menyurutkan semangat kami untuk memanen padi di hamparan sawah seluas 26 ha ini,” tegas Penyuluh Pertanian Kecamatan Waluran, Suhenda.

Advertisement

Jika dilihat dari potensi produksi total yang cukup tinggi yaitu sekitar 195 ton, Suhenda meyakini humlah tersebut bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan warga saat pandemi Covid-19 sekaligus menghadapi bulan puasa. “Saat panen, kami menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah agar terhindar dari resiko tertular virus,” tambahnya. 

Suhenda bercerita, sebagian besar petani bertanam Ciherang (18 hektar), Sintanur (4 hektar) dan IR64 (4 hektar). “Kalau harga jual tidak ada perbedaan yang signifikan sekitar Rp 3.500 – 3.800 untuk GKP sedangkan GKG berkisar Rp 4.200 – 4.500. Dari segi harga, adanya wabah Covid-19 tidak memberikan pengaruh nyata. Kalau produktivitas di sini cukup tinggi rata-rata sekitar 7,5 ton/ha,” jelasnya.

Suhenda mengaku semangat petani bersama penyuluh ini didasari oleh tanggung jawab mereka sebagai penyedia pangan bagi 267 juta masyarakat Indonesia. Seperti spirit yang ditularkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan. “Pertanian memiliki peran yang signifikan terhadap upaya pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19,” tuturnya.

Advertisement

Tak hanya Covid-19, penyediaan pangan juga penting untuk keberlanjutan masyarakat Indonesia. Salah satunya pangan selama Hari Besar Keagamaan Nasional yaitu Ramadhan dan Idul Fitri. Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dedi Nursyamsi yang menekankan bahwa kegiatan pertanian tidak boleh berhenti dan harus bergerak melalui Kostratani.

Dalam hal ini, penyuluh merupakan ujung tombak dari Kementerian Pertanian untuk melaksanakan program-program pembangunan dibidang pertanian sehingga dapat mendukung tercapainya kedaulatan pangan nasional. 

Sinergi antara Kementerian Pertanian dan petani serta dibantu oleh berbagai sektor starategis lainnya merupakan kunci keberhasilan penyediaan bahan pokok.

Advertisement

Pewarta : Intan Kusuma Wardhani

Editor : Ar

Advertisement
Share

Recent Posts

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

18 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

20 hours ago
Advertisement

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

20 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

3 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

3 days ago

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

3 days ago