Bogor

Angkot Modern “Mikro Transpakuan” Viral, Dishub Kota Bogor Buka Suara

BOGOR – WARTA BOGOR – Video angkutan kota (angkot) modern ber-AC yang disebut sebagai Mikro Transpakuan viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Kendaraan tersebut disebut-sebut sebagai calon pengganti angkot konvensional di Kota Bogor.

Dalam video tersebut, terlihat angkot dengan tampilan lebih modern berbasis mobil niaga, dilengkapi fasilitas seperti pendingin udara (AC), kursi yang lebih nyaman, serta port pengisian daya ponsel. Kendaraan itu juga menampilkan logo Dinas Perhubungan dan Kota Bogor dengan tulisan Mikro Transpakuan.

Diketahui, kendaraan tersebut merupakan konsep yang diperkenalkan Suzuki dalam ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo. Basisnya menggunakan Suzuki Carry yang dimodifikasi menjadi angkutan penumpang modern dengan konsep modular.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan bagian dari program resmi Pemerintah Kota Bogor.

“Mungkin hanya untuk sekadar pameran saja,” ujar Sujatmiko saat dilansir Radar Bogor, Kamis (9/4/2026).

Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pemesanan maupun kerja sama terkait pengadaan angkot modern tersebut oleh Pemkot Bogor.

Advertisement

“Belum ada,” jelasnya.

Meski demikian, kemunculan konsep angkot modern tersebut memicu harapan baru bagi peningkatan kualitas transportasi umum di Kota Bogor. Selama ini, angkot konvensional kerap dikeluhkan karena kondisi yang sempit, panas, dan minim fasilitas.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, sebelumnya telah menyampaikan arah kebijakan transportasi dalam forum Musrenbang Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa fokus Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 akan diarahkan pada integrasi moda transportasi modern serta penataan angkutan umum yang sudah ada.

Advertisement

Selain itu, Pemkot Bogor juga berencana mengoptimalkan layanan BisKita Trans Pakuan melalui perluasan koridor. Penataan angkot pun akan dilakukan secara komprehensif tanpa menghilangkan mata pencaharian sopir, melalui kebijakan penataan ulang trayek serta pembatasan usia kendaraan.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Radar Bogor

Share

Recent Posts

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

2 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

2 days ago
Advertisement

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

2 days ago

Sapi Kurban Lepas Acak-Acak Minimarket di Leuwiliang Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Seekor sapi kurban lepas dan masuk ke sebuah minimarket di…

3 days ago

Pakar Berikan Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Aman, Berkualitas hingga Bebas Kontaminasi

WARTA BOGOR - Melimpahnya daging kurban saat Idul Adha menjadi berkah bagi masyarakat. Namun, penanganan…

3 days ago

Polri Kembangkan ETLE Face Recognition, Pelanggar Tak Bisa Lagi Sembunyikan Pelat Nomor

WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mengembangkan sistem tilang elektronik atau electronic…

5 days ago