BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan rencana penyelesaian Jalur Ring Regional Road (R3) dengan menghadirkan konsep simpang susun yang disebut sebagai Bogor Interchange.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa interchange tersebut direncanakan berada di kawasan Jembatan Cinta atau Jembatan Ceger, yang berlokasi dekat akses keluar tol menuju Baranangsiang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area tersebut berada di atas jalur utama keluar masuk tol dengan dua lajur besar. Di sekitarnya juga terdapat putaran arah yang menghubungkan arus kendaraan dari Jalan Pajajaran menuju Tajur atau Ciawi.
Menurut Dedie, pembangunan interchange menjadi bagian penting dalam menyelesaikan proyek R3 yang ditargetkan rampung pada 2030. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada jalan, tetapi juga pada sistem distribusi lalu lintas.
“Dalam penyelesaian R3, tentu harus ada ujungnya, jadi bukan hanya jalannya saja, tapi juga bagaimana distribusi lalu lintasnya,” kata Dedie.
Ia menjelaskan, distribusi arus kendaraan nantinya akan diatur melalui simpang susun tersebut agar lebih terarah.
“Kemarin kami sampaikan usulan ke Pemerintah Pusat, ujung Kota Bogor tidak lagi di Terminal Baranangsiang,” ujarnya.
“Ujung Kota Bogor itu ada di interchange Jembatan Cinta atau Jembatan Ceger,” imbuhnya.
Dengan konsep ini, arus kendaraan yang menuju wilayah timur dan barat Kota Bogor dapat terdistribusi dengan lebih efektif.
“Jadi kita distribusikan kendaraan yang akan ke arah timur dan kendaraan yang akan ke arah barat,” katanya.
Dedie menambahkan, rencana pembangunan interchange tersebut masih memerlukan persetujuan dan kajian lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Pada prinsipnya pemerintah pusat setuju, tapi kajiannya juga harus kita siapkan yang komprehensif,” katanya.
Ia juga menyinggung perlunya pengelolaan aset yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, seperti infrastruktur jalan tol milik Bina Marga, agar proyek dapat berjalan lancar.
“Tinggal nanti bagaimana persoalan-persoalan seperti aset di jalan tol milik Bina Marga, milik pemerintah pusat itu bisa kita kelola,” ungkapnya.
Sumber: TribunnewsBogor
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…