Pertanian

Awali  Tahun 2023, Kementan Susun Program Solutif Regenerasi Petani Di Jawa Barat

BANDUNG-WARTA BOGOR– Walau perkembangan pembangunan dalam sektor pertanian sempat terhambat karena pandemi covid 19, tetapi usaha Kementerian Pertanian untuk tetap memajukan pembangunan dalam sektor pertanian, tidak akan padam, oleh karena itu Kementan membuat berbagai program salah satu nya program Yess PPIU Jawa Barat,yaitu program kerjasama antara Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Korda YESS PPIU Jawa Barat

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini,” jelas Syahrul.

Advertisement

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan di sektor pertanian.

“Untuk mencapai produktivitas pertanian yang tinggi, hal utama yang paling utama yaitu tersedianya SDM Pertanian yang unggul, andal, profesional, dan mandiri serta berjiwa entrepreneur tinggi,” tegas Dedi.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dari Program YESS di Jawa Barat melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah pada Senin (6/2) di Hotel Hemangini, Bandung.

Advertisement

Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) adalah program kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

YESS Programme dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian. Melalui Program YESS, Kementerian Pertanian menciptakan wirausaha milenial yang tangguh dan berkualitas.

Program ini ditujukan bagi para pemuda, khususnya di wilayah pedesaan, untuk mengembangkan perekonomian melalui kewirausahaan dan menambah peluang kerja. Dalam kurun waktu 2019-2025, pelaksanaan Program YESS menyasar 320.000 generasi muda di pedesaan.

Advertisement

Koordinasi Daerah kali ini dihadiri oleh seluruh DIT Binaan YESS PPIU Jawa Barat yang meliputi DIT Sukabumi, DIT Tasikmalaya, DIT Cianjur, DIT Subang, dan DT Kabupaten Bogor serta Setda Provinsi Jawa Barat.

Acara yang dilaksanakan tidak hanya membahas pelaksanaan program YESS 2023 tetapi juga mengevaluasi pelaporan pelaksanaan Program YESS 2022 dan target Program YESS 2024 adalah 220.000 penerima manfaat,maka pada tahun 2023 Program YESS akan menambah wilayah kerja yaitu di Kab,Bogor guna mencapai target.

Program YESS juga menyediakan pelatihan untuk generasi milenial sekarang guna mendongkrak wirausahawan muda yang inovatif, kreatif dan unggul, Pelatihan tersebut diantaranya: Orientasi karir, promosi pertanian, Kewirausahaan Dasar, dan Kewirausahaan Lanjut, dan para peserta diwajibkan mengikuti persyaratan yang berlaku untuk mengikuti pelatihan.

Advertisement

Cukup banyak kegiatan yang ada di lapangan dan menyentuh para penerima manfaat. Pergerakan dari para petani milenial sejak adanya program YESS 3 tahun terakhir sudah cukup terlihat.

Idha Widi Arsanti selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan Direktur Program YESS mengatakan, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi keputusan para pemuda milenial ikut berpartisipasi dalam sektor pertanian.

“Ada yang ikut secara spontan, atau mengikuti generasi sebelumnya. Para pemuda di pedesaan bisa didorong untuk kemudian mereka bisa cukup bersemangat berwirausaha di bidang pertanian. Sehingga program YESS dapat membekali mereka dengan pelatihan mulai literasi keuangan, teknik produksi, hingga pemasaran. tandas Santi.

Advertisement

Pewarta: Ardianinda Wisda
Kontributor: Beni

Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Tangani 11 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di 40 Kecamatan pada 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk…

11 minutes ago

LAZ Ummul Quro Bogor Salurkan Rp100 Juta Modal Usaha untuk 20 UMKM, Sinergi Bersama KUA Ciseeng dan Gunung Sindur

BOGOR-WARTA BOGOR — LAZ Ummul Quro Bogor menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp100 juta kepada 20 pelaku UMKM melalui…

4 hours ago
Advertisement

Pendapatan Biskita Trans Pakuan Tembus Rp10 Miliar, Koridor Baru Disiapkan pada 2027

BOGOR – WARTA BOGOR - Pendapatan Biskita Trans Pakuan Kota Bogor mencapai Rp10,29 miliar selama…

5 hours ago

Program IJD Prabowo Dukung Pembangunan Jalan Citeureup–Sukamakmur Sepanjang 20 Km

BOGOR – WARTA BOGOR - Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang digulirkan Presiden Republik…

20 hours ago

Pemerintah Perpanjang Penahapan Kewajiban Sertifikasi Halal hingga Tahun 2028

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji menyambut baik penundaan kewajiban sertifikasi…

1 day ago

Usai Bentangkan Spanduk Kritik Pemerintahan di Bundaran HI, Enam Aktivis Greenpeace Akhirnya Dipulangkan

JAKARTA – WARTA BOGOR -  Enam aktivis Greenpeace Indonesia dipulangkan dari Polda Metro Jaya pada…

1 day ago