BOGOR – WARTA BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan terima kasih dan bangga kepada semua pihak yang terlibat menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Sebab, penurunan angka stunting di Kota Bogor menjadi yang tertinggi di Jawa Barat dari 2.363 kasus menjadi 1.849 kasus atau turum sekitar 500 kasus.
“Penurunan stunting Kota Bogor menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Terima kasih untuk para donatur dan kolaborator, terutama di wilayah yang selama ini sudah bahu membahu bertekad menurunkan stunting di Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim saat Stunting Summit Kota Bogor di Saung Dolken, Rabu (7/12/2023).
Penurunan angka stunting di laporkan oleh sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Bogor yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Bogor, Anas Rasmana.
Lanjut Dedie, penurunan stunting masih terus diupayakan dalam satu dua bulan ke depan sehingga terjadi penurunan yang signifikan.
Dengan penurunan stunting yang dicapai Kota Bogor, Dedie berharap bisa memberikan pengaruh kepada Jawa Barat maupun nasional.
Dedie menjelaskan penanganan stunting bukan single problem, tapi multi problem. Data menjadi yang utama karena menjadi bagian penting. Untuk itu terkait data, dia meminta harus di cek betul, valid dan hati-hati dalam pengelolaan serta pemanfaatan, khususnya yang di lapangan dalam menginput data migrasi dari luar daerah.
Kepala DP3KB Kota Bogor, Anas Rasmana melaporkan penurunan angka 2.363 berdasarkan hasil penimbangan bayi balita pada bulan Agustus menjadi 1.849. serta dilaporkan angka yang berisiko stunting turun dari 21 ribu menjadi 19 ribu. Selanjutnya berdasarkan hasil survei intervensi dari program Penting Lur sebanyak 1.00 anak stunting berhasil menurun hingga 43 persen.
“Total ada 68 kolaborator yang telah membantu percepatan penanganan stunting di Kota Bogor. Penurunan dari 2.363 menjadi 1.849 hasil penimbangan balita setiap bulan, tapi dihitung dari Agustus 2022 sampai Agustus 2023, masih berjalan dan terus berkurang dan target Bogor saat ini 15 persen dan pada tahun 2024 minimal bisa mencapai 14 persen. Harapan kami program Penting Lur dapat dilanjutkan karena penting dan bisa diupayakan untuk yang berisiko stunting,” kata Anas Rasmana.
Sumber: TribunnewsBogor.com
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…