Begini Suasana Pembagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kota Bogor

BOGOR-WARTABOGOR.id – Senin, 10 Februari 2020 telah dilaksanakan hari terakhir penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Bogor untuk 3 tempat secara serentak, yaitu di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Bojong Kerta dan Kelurahan Pamoyanan.

Keluarga Penerima Manfaat terlihat begitu antusias untuk menerima program bantuan dari Kementrian Sosial ini, penyaluran KKS ini diawali pada hari Selasa/ 4 Februari sampai dengan Senin/ 10 Februari 2020.

“Penyaluran di Kecamatan Bogor Selatan, dijadwalkan dimulai pada jam 08.30 WIB sampai dengan 13.00 WIB kepada 116 KPM diwilayah Kecamatan Bogor Selatan, pembagian wilayah  di 3 tempat di Kecamatan Bogor Selatan ini dimaksudkan untuk mempermudah penyaluran KKS kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai dengan alamat domisili mereka, dengan memprioritaskan Lansia maupun Ibu Hamil proses penyaluran ini berjalan dengan lancar”, tutur Koordinator PKH Kecamatan Bogor Selatan, Alan Sukarlan.

“Bagi bapak atau ibu sebagai penerima manfaat, semoga dapat memaksimalkan pemanfaatan bantuan ini, baik dari segi kesehatan, membeli makanan untuk anak-anaknya, ibu hamil dapat mengkonsumsi nutrisi yang baik untuk kondisi janin, orang tua yang memiliki anak usia sekolah dapat membiayainya dari tingkat SD sampai SMA, saya juga mengharapkan bantuan ini bukan untuk digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena pemerintah bukan semerta-merta untuk diberikan begitu saja, tapi untuk dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bersifat positif” pesan dari Camat Bogor Selatan, yang diwakili oleh Sekretaris Camat Bogor Selatan, Riki Robiansyah, S.STP

“Dengan kerjasama diantara Bank BNI Cabang Kota Bogor, Tim Koordinasi Tingkat Daerah Kota Bogor, Kecamatan, Kelurahan serta Pendamping Sosial PKH, kami telah berhasil menyalurkan  1800 kartu kurang lebih dari 1984 kartu KKS yang rencana disalurkan, selisih ini terjadi dikarenakan minoritas KPM yang tidak dalam kondisi baik untuk mengikuti penyaluran secara umumnya, sehingga perlu adanya kunjungan atau Home Visit dari pihak BNI”, Ujar Sendy Ades Anwar, SE Koordinator Tingkat Kota PKH Kota Bogor.

“Kami harap seluruh pelaksana program pkh dapat mengawal program strategis ini, pemerintah berharap bahwa melalui program PKH ini masyarakat-masyarakat Indonesia terutama keluarga penerima manfaat, betul-betul bisa untuk meningkatkan status sosial mereka, baik dari segi pendapatan, kehidupan dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka, seperti yang kita ketahui ada beberapa intervensi yang dilakukan oleh pemerintah ” papar Jimmy Ventius Parluhutan Hutapea, A.P.,M.P. anggota tim koordinasi tingkat daerah dengan jabatan sekretaris, Kepala Bidang Perlindungan Sosial Keluarga dan Penanganan Fakir Miskin.

“Intervensi tersebut diantaranya meliputi peningkatan gizi ibu hamil untuk mengurangi atau menekan angka kematian bayi, kemudian balita yang diharapkan menuntaskan kejadian-kejadian stunting, kemudian juga untuk yang putus sekolah baik SD, SMP dan SMA bisa meningkatkan indeks pembangunan sumber daya manusia, ataupun keluarga yang memiliki lansia ataupun disabilitas minimal mereka bisa memenuhi kebutuhan gizi mereka. Agar program ini berjalan dengan baik tentunya peran pendamping PKH untuk menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaksanakan kewajiban mereka baik dibidang kesehatan, Pendidikan dan lainnya, seperti ibu hamil maupun balita harus periksa ke posyandu, anak-anak usia sekolah bersekolah minimal 85 % dan pengurus pkh yang harus melakukan pertemuan satu bulan satu kali, Sehingga program ini berjalan dengan baik, bangsa Indonesia ini memiliki sumber daya manusia yang berkualitas cukup gizi, pintar dan secara ekonomi bisa bangkit dari ketertinggalan yang terjadi” tambah Jimmy.

Reporter: Lutfi