Berita

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M7,7 di Flores

FLORES – WARTA BOGOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi dipicu oleh aktivitas Flores Back Arc Thrust.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas pada zona sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Zona tersebut diketahui memiliki potensi gempa hingga magnitudo 7,8.

“Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebutback arc thrust Flores. Potensinya 7,8 di sana. Hari ini rilis 7,7, ini mudah-mudahan tidak terjadi potensi yang maksimalnya,” kata Wijayanto dalam konferensi pers, Sabtu (15/8).

Advertisement

Wijayanto berharap gempa berkekuatan M7,7 tersebut telah melepaskan sebagian besar energi yang terakumulasi. Dengan demikian, aktivitas gempa berikutnya diharapkan semakin melemah.

“Mudah-mudahan sudah yang maksimal, nanti keluarnya semakin meluruh, semakin kecil,” ujarnya.

BMKG hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama. Dalam pemantauan awal selama sekitar dua jam, tercatat sekitar 37 gempa susulan.

Advertisement

“Kita terus memonitor aktivitas gempa susulan. Tadi dengan data dua jam saja kita sudah memonitor sekitar 37 gempa susulan, dan ini masih data yang awal sekali,” kata Wijayanto.

Menurut Wijayanto, gempa utama dengan kekuatan M7,7 masih memungkinkan diikuti aktivitas gempa susulan dalam beberapa hari hingga beberapa minggu mendatang.

“Dengan gempa M7,7 tentunya nanti masih banyak sekali aktivitas gempa susulan. Bisa berlangsung berhari-hari bahkan nanti berminggu-minggu,” ujarnya.

Advertisement

Meski demikian, masyarakat tidak perlu terus berada dalam kondisi cemas. Wijayanto menegaskan bahwa kekuatan gempa susulan pada umumnya akan berangsur-angsur menurun.

“Namun tentunya bukan berarti kita berminggu-minggu harus khawatir. Kita tetap harus waspada karena biasanya gempa susulan ini akan terus meluruh,” katanya.

Mengenal Flores Back Arc Thrust

Advertisement

Flores Back Arc Thrust merupakan zona sesar naik busur belakang yang memanjang di bawah laut, mulai dari bagian utara Pulau Flores hingga wilayah Laut Utara Lombok.

Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo memperkirakan patahan naik Flores tidak hanya berada di satu lokasi. Menurutnya, terdapat beberapa bagian patahan yang dapat bergerak pada waktu yang berbeda.

Kondisi tersebut membuat gempa susulan di sekitar zona sesar masih memungkinkan terjadi berulang kali.

Advertisement

Sesar Naik Flores merupakan bagian dari kerak transisi Samudra Sundaland-Banda yang mengalami tekanan dari Busur Sunda-Banda.

Sesar tersebut dinilai lebih aktif menghasilkan gempa di wilayah sebelah utara Bali hingga Flores dibandingkan aktivitas gempa megathrust di sisi selatan.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: CNN Indonesia

Advertisement

 

Share

Recent Posts

Penghasilan Dokter Spesialis di Daerah Terpencil Bisa Dapat Rp50 Juta? Ini Faktanya

WARTA BOGOR - Kebutuhan dokter di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga medis, tetapi…

17 hours ago

Waspadai Game Online Anak, Satpol PP Bogor Soroti Risiko Top Up dan Kecanduan

BOGOR - WARTA BOGOR - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor mengimbau orang…

20 hours ago
Advertisement

Pemkab Bogor dan ATR/BPN Perkuat Komitmen Percepatan Penyusunan RDTR

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk…

21 hours ago

Bogor Jadi Tuan Rumah Mayors Talk 2026, Bagikan Praktik Pengelolaan Sampah ke 25 Kota

BOGOR - WARTA BOGOR - Kota Bogor menjadi tuan rumah kegiatan Mayors Talk: Climate and…

1 day ago

DPR-Pemerintah Pusat Sepakat Tanggung Gaji Guru dan Nakes PPPK Daerah, Alokasikan Rp23 T

JAKARTA - WARTA BOGOR - DPR dan Pemerintah sepakat Pemerintah Pusat menanggung gaji guru dan…

2 days ago

World Rabies Day, Polbangtan Kementan Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan dan Populasi Hewan

BOGOR-WARTA BOGOR — Memperingati World Rabies Day yang diperingati setiap 28 September, Jurusan Peternakan, Program…

2 days ago