Bogor Jadi Tuan Rumah Mayors Talk 2026, Bagikan Praktik Pengelolaan Sampah ke 25 Kota

BOGOR – WARTA BOGOR – Kota Bogor menjadi tuan rumah kegiatan Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang diselenggarakan Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Kegiatan tersebut dihadiri para wali kota dan delegasi dari 25 kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memaparkan sejumlah langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ketangguhan kota, khususnya melalui pengelolaan sampah.

Dedie mengatakan upaya menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk keterlibatan generasi muda. Ia memperkenalkan Rekosistem, perusahaan pengelolaan sampah yang didirikan oleh anak muda berusia 31 tahun dan kini berkolaborasi dengan Pemkot Bogor melalui penyediaan waste station di Balai Kota Bogor.

“Dalam climate dan tentang ketangguhan kota, harus ada peran-peran generasi muda. Banyak anak-anak muda yang sudah bergerak memberikan peran dalam melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya Rekosistem yang melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dengan mengelola sampah,” ujar Dedie dalam sambutannya di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

Menurut Dedie, keberadaan waste station di Balai Kota Bogor diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Skema tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam pengelolaan sampah.

Dedie membuka peluang agar berbagai praktik yang telah diterapkan di Kota Bogor dapat dikembangkan dan diterapkan di kota-kota lain di Indonesia.

Tidak hanya di sektor hulu, Pemkot Bogor juga melakukan pembenahan pengelolaan sampah di sektor hilir. Kota Bogor tidak lagi menerapkan sistem open dumping, tetapi telah menggunakan metode controlled landfill dan saat ini tengah berproses membangun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari APEKSI. Praktik pengelolaan sampah dan lingkungan di Kota Bogor dinilai dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah kota lainnya.

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Pengurus Pusat APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengatakan upaya Kota Bogor dalam membangun ketangguhan kota dinilai menginspirasi.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan hidup.

“Pemerintah itu harus berkolaborasi dan ini luar biasa. Barang bekas semua bisa masuk dan diolah. Ini kolaborasi luar biasa. Dan sesama pemerintah juga harus berkolaborasi dalam membangun kota tangguh,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Alwis Rustam mengatakan kegiatan Mayors Talk 2026 diikuti 25 kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.

“25 kota ini datang ke Bogor karena memang Bogor sangat konsen dan semangat. Bahkan ketika menjadi tuan rumah, Bogor ini ingin berbagi berbagai hal baik,” kata Alwis.

Ia mengatakan sejumlah program yang telah dijalankan Kota Bogor berpotensi diadopsi oleh kota-kota lain, termasuk keberadaan waste station dan pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkot Bogor.

Selain itu, pembangunan PSEL di Kota Bogor juga menjadi salah satu program yang dibagikan dalam kegiatan tersebut. Alwis menyebut proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

“PSEL juga yang paling terdepan implementasi dari PSN. Jadi Bogor ini akan berbagi apa yang sudah dilaksanakan dan dijalankan kepada Komwil III yang hadir, baik kepala daerah hingga dinas dan perangkat daerah yang juga hadir,” ungkapnya

Melalui Mayors Talk 2026, berbagai pengalaman dan praktik pengelolaan lingkungan dari Kota Bogor diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan dikembangkan oleh pemerintah kota lainnya dalam membangun kota yang lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.