Berita

BPMU Dihapus, Pemprov Jabar Siapkan Skema Beasiswa Baru untuk Siswa Swasta

JABAR – WARTA BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan beasiswa sebesar Rp600.000 per siswa per tahun bagi siswa tidak mampu desil 1 hingga 4 yang bersekolah di sekolah swasta pada 2026. Kebijakan ini menjadi pengganti Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang resmi dihapus oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Beasiswa tersebut ditujukan untuk membantu pembiayaan pendidikan siswa miskin, khususnya untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di sekolah swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa selain beasiswa operasional Rp600.000 per tahun, siswa desil 1 atau kategori miskin ekstrem juga akan menerima beasiswa personal untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.

Advertisement

“Kalau yang personal, itu untuk kebutuhan siswa. Untuk tahun 2025 sudah dicairkan dan disalurkan ke seluruh penerima,” ujar Purwanto saat rapat bersama Komisi V DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, pada 2026 Pemprov Jabar kembali mengalokasikan dua jenis bantuan bagi siswa tidak mampu di sekolah swasta, yakni beasiswa personal dan beasiswa operasional.

“Personal itu untuk beli sepatu, baju, buku, tas. Operasional untuk bayar SPP di sekolah swasta,” jelasnya.

Advertisement

Penyaluran beasiswa direncanakan dilakukan pada awal tahun ajaran baru atau pertengahan 2026, setelah proses pemutakhiran data penerima selesai. Mengacu pada jadwal, bantuan diperkirakan mulai disalurkan sekitar September 2026.

“Setelah cut off data, biasanya disalurkan sekitar September,” kata Purwanto.

Penentuan penerima beasiswa akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, jumlah total penerima untuk tahun ajaran 2026 belum dirinci.

Advertisement

Menurut Purwanto, besaran bantuan diturunkan dari sebelumnya Rp1,2 juta menjadi Rp600.000 per siswa per tahun agar jangkauan penerima dapat diperluas.

“Ini khusus untuk ganti SPP siswa miskin di sekolah swasta,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa beasiswa ini bersifat subsidi dan tidak menanggung seluruh biaya pendidikan, mengingat siswa penerima juga mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

Advertisement

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memastikan anggaran bantuan pendidikan untuk sekolah swasta telah dialokasikan dalam APBD murni 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp218 miliar, turun signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp600 miliar.

“Sudah kami cek dan ricek. Alokasi bantuan pendidikan menengah ke sekolah swasta tersedia di APBD 2026 sebesar Rp218 miliar,” ujar Herman.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: kompas

Advertisement
Share

Recent Posts

BAZNAS Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menargetkan penghimpunan zakat, infak,…

19 hours ago

Pemerintah Berencana Bagikan HP Gratis untuk Salurkan Bansos

JAKARTA - WARTA BOGOR - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan…

21 hours ago
Advertisement

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi…

23 hours ago

Pilot WNI Jadi Alasan Israel Minta Pesawat Ethiopian Airlines Putar Balik

WARTA BOGOR - Otoritas Israel dilaporkan memerintahkan sebuah pesawat kargo Ethiopian Airlines yang menuju Tel…

2 days ago

Polbangtan Kementan Dorong Transformasi Pertanian Presisi

BOGOR-WARTA BOGOR — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali memperkuat perannya dalam mendorong transformasi pertanian…

2 days ago

Pemkot Bogor Matangkan Pusat Pemerintahan Baru di Bogor Timur, 21 OPD Bakal Berkumpul

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mematangkan rencana pembangunan pusat pemerintahan…

2 days ago