Umum

BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Indonesia, Sejumlah Wilayah Terancam

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang dapat muncul secara tiba-tiba, khususnya di wilayah yang memiliki lapisan batugamping.

Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap ancaman geologi yang kerap luput dari perhatian karena proses terjadinya berlangsung di bawah permukaan tanah tanpa tanda-tanda yang jelas.

Adrin menjelaskan, sinkhole terbentuk akibat pelarutan batugamping oleh air hujan yang bersifat asam. Air hujan menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan tanah, lalu meresap ke dalam bumi, melarutkan batuan, dan secara perlahan membentuk rekahan serta rongga di bawah permukaan.

Advertisement

“Proses ini berlangsung lama. Ketika rongga semakin membesar dan tidak lagi mampu menopang lapisan di atasnya, runtuhan pun dapat terjadi,” ujar Adrin, dikutip dari laman resmi BRIN, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengungkapkan, fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia, terutama di kawasan bentang alam karst. Sejumlah daerah yang tergolong rawan di antaranya Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros, yang secara geologi memiliki lapisan batugamping tebal.

Menurut Adrin, salah satu kesulitan utama dalam mitigasi sinkhole adalah minimnya tanda awal di permukaan. Pembentukan rongga terjadi perlahan di bawah tanah sehingga sulit terdeteksi secara kasatmata.

Advertisement

Meski begitu, potensi rongga bawah tanah dapat diketahui melalui survei geofisika, seperti metode gayaberat, georadar, dan geolistrik. Teknik ini dapat memetakan sebaran, kedalaman, serta ukuran rongga di bawah permukaan.

“Dengan metode tersebut, kondisi bawah tanah bisa tergambar sehingga potensi sinkhole dapat diantisipasi lebih dini,” jelasnya.

Adrin juga mengingatkan bahwa permukiman yang berdiri di atas lapisan batugamping memiliki tingkat risiko lebih tinggi. Salah satu indikasi awal yang perlu diwaspadai adalah hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba, yang dapat menandakan air masuk ke rongga bawah tanah.

Advertisement

Ia berharap masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah rawan dapat meningkatkan kewaspadaan serta menjadikan kajian geologi dan survei geofisika sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang dan upaya mitigasi bencana geologi.

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: CNN Indonesia

Advertisement
Share

Recent Posts

256.369 Peserta Lolos SNBT 2026, Universitas dan Politeknik Ini Paling Diminati!

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)…

6 hours ago

Pembunuhan Wanita Muda di Tol BORR, Keluarga Bantah Pelaku Adalah Pacar Korban

BOGOR -  WARTA BOGOR - Kasus pembunuhan Anggi Auliya Arsyad (25) yang jasadnya dibuang dari…

11 hours ago
Advertisement

China Kembangkan Baterai Mobil Listrik Isi Penuh Hanya 3 Menit

WARTA BOGOR - China kembali membuat terobosan dalam teknologi kendaraan listrik dengan memperkenalkan prototipe baterai…

12 hours ago

Terinspirasi Kisah Nabi Nuh, David Steward Sukses Bangun Bisnis hingga Jadi triliuner

WARTA BOGOR - Perilaku para nabi kerap dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Prinsip hidup…

1 day ago

Agroeduwisata Polbangtan Bogor Kenalkan Pertanian Sejak Dini kepada Siswa SDIT Insantama Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mengenalkan dunia pertanian…

1 day ago

Agroeduwisata Polbangtan Kementan Hadirkan Edukasi Pertanian Inklusif bagi Siswa IBK Cemara

BOGOR-WARTA BOGOR — Agroeduwisata Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang belajar…

1 day ago