Business

Cabai hingga Tempe Picu Inflasi Januari 2021

JAKARTA, WARTABOGOR.id -Komoditas pangan kembali menjadi pemicu utama dalam laju inflasi sepanjang Januari 2021.

Sejumlah kelompok bahan pangan strategis mengalami inflasi lantaran adanya kenaikan harga yang disebabkan oleh faktor produksi dalam negeri.

“Komoditas yang dominan adalah cabai rawit dengan andil 0,08 persen, ikan segar 0,04 persen, lalu kenaikan harga tempe memberi andil inflasi 0,03 persen dan tahu mentah 0,02 persen,” kata Suhariyanto dalam video conference yang digelar Senin (1/2).

Advertisement

Selain itu, komoditas ikan juga menyebabkan inflasi di beberapa daerah sebesar 0,01 persen. Adapun komoditas pangan lainnya yang juga memberikan andil yakni kacang panjang, kangkung, ketimun, kol putih atau kubis, melon, minyak goreng, hingga rokok kretek filter turut menyumbang 0,01 persen.

Ia menjelaskan, cabai rawit yang menjadi pangan pokok mengalami kenaikan harga karena adanya intensitas curah hujan tinggi. Menurut dia, masalah harga yang terjadi tidak lepas dari iklim La Nina sejak akhir tahun lalu yang memicu terjadinya banjir di sejumlah daerah sentra produksi.

“Jadi betul kenaikan harga ini lebih dipengaruhi dari sisi suplai karena cuaca yang buruk. Kita harapkan ini sifatnya sementara,” kata Suhariyanto.
Adapun tempe dan tahu, itu disebabkan oleh kenaikan harga kedelai impor yang terjadi sejak akhir tahun lalu. Kenaikan harga kedelai secara langsung mendongkrak kenaikan biaya produksi tempe dan tahu.

Advertisement

Menurut dia, permintaan terhadap dua komoditas makanan itu stabil tinggi. Namun, kenaikan harga kedelai juga tinggi sehingga memicu terjadi inflasi.

Ia mengatakan, dampak pandemi Covid-19 masih membayangi perekonomian berbagai negara. Meski terdapat kenaikan harga-harga pangan, laju inflasi secara umum mengalami perlambatan. Itu terlihat dari data Januari 2021 di mana inflasi hanya 0,26 persen, lebih rendah dari Januari 2020 yang sebesar 0,39 persen maupun Desember 2020 yang mencapai 0,45 persen.

Begitu pula dengan angka inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,55 persen. Dibanding inflasi yoy 2020, inflasi tersebut sangat rendah karena tahun lalu mencapai 2,68 persen. Juga dibanding inflasi yoy Desember 2020 yang mencapai 1,68 persen.

Advertisement

“Itu menunjukkan sisi permintaan masih sangat lemah dan tentunya ini berpengaruh ke konsumsi rumah tangga. Oleh karena itu kita harus kerja sama untuk pulihkan Indonesia,” kata Suhariyanto.

Share

Recent Posts

Laksa Pak Inin Cihideung Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda

BOGOR - WARTA BOGOR - Kuliner legendaris Laksa Pak Inin Cihideung mendapat pengakuan sebagai Warisan…

7 hours ago

Karhutla Indonesia Ancam ASEAN, ASMC Keluarkan Peringatan Tertinggi

WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu kekhawatiran terhadap meluasnya kabut…

9 hours ago
Advertisement

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

3 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

3 days ago

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

3 days ago

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

3 days ago