Berita

Inilah Cara Cek Bansos BST Secara Online

JAKARTA-WARTABOGOR.id – Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan sejumlah bantuan sosial (bansos) akan dilanjutkan hingga 2021 mendatang. Bansos yang diberikan dari program reguler dan khusus.

Juliari menuturkan beberapa program yang masuk daftar bansos reguler, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako. Sementara bansos khusus terdiri dari Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 300 ribu per kepala keluarga (KK).

“Untuk reguler sepanjang Januari sampai Desember 2021 dengan target yang sama. Tapi bansos tunai hanya Januari sampai Juni 2021 saja,” kata Juliari, dikutip Jumat (6/11).

Advertisement

Lantas, bagaimana cara mengecek anda terdata sebagai penerima manfaat BST secara online?

Anda bisa mengecek di laman resmi Kementrian Sosial (Kememsos), yakni https://dtks.kemensos.go.id anda perlu memilih kartu identitas yang diinginkan.

Setelah itu, masukkan nomor kepesertaan dari kartu identitas yang dipilih. Kemudian, masukkan nama sesuai dengan kartu identitas yang dipilih, masukkan empat huruf kode yang tertera dalam kotak besar, dan klil kotak kode untuk mendapatkan kode baru.

Advertisement

“Sistem akan mencocokkan kartu identitas dan nama yang diinput dan membandingkan dengan nama yang ada di database kami,” tulis pihak kemensos dalam laman resmi tersebut.

Pemerimtah menargetkan bansos lewat PKH untuk 10 juta keluarga penerima manfaat, lalu program sembako untuk 20 juta penerima manfaat.

Sementara, BST diberikan kepada 9 juta keluarga di Jabodetabek. Lalu ada BST tambahan untuk keluarga program sembako non PKH yang diperuntukkan bagi 9 juta keluarga.

Advertisement

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 695,2 triliun dalam menangani pandemi covid-19 pada 2020. Dana itu dikucurkan untuk berbagai sektor.

Rinciannya until bansos sebesar Rp 203,9 triliun, UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, kementrian/lembaga atau pemerintah daerah Rp 106,11 triliun, kesehatan Rp 87,55 triliun, dan pembiayaan korporasi Rp 53,55 triliun.

Pemerintah mengalokasikan dana bagi pandemi tahun depan sebesar Rp 356,5 triliun. Jumlahnya cuma sekitar 51,28 persen tahun ini yang mencapai Rp 696,2 triliun.

Advertisement

Dana itu juga dikucurkan untuk sejumlah sektor. Detailnya, untuk sektor kesehatan sebesar Rp 25,3 triliun, perlindungan sosial Rp 110,2 triliun, insentif usaha Rp 20,4 triliun, pembiayaan korporasi Rp 14,9 triliun, UMKM Rp 48,8 triliun, dan sektoral K/L dan Pemda Rp 136,7 triliun.(cnnindonesia.com)

Share

Recent Posts

Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Plt Gubernur Bank Indonesia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bank Indonesia (BI) resmi menunjuk Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas…

15 hours ago

Festival Merah Putih 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan 19 Agenda Meriahkan HUT RI di Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

17 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Bentuk Tim Khusus Cegah Perilaku Penyimpangan

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan pembentukan tim khusus untuk…

22 hours ago

Pilu! Tangis Anak Pecah Sambut Jenazah Ayahnya yang Tewas Usai Diduga Mencuri Ayam

BALI - WARTA BOGOR - Seorang pria berinisial KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban…

23 hours ago

Kompak Dukung Generasi Masa Depan, Wali Kota & Ketua DPRD Kota Bogor Hadiri Puncak Hari Anak Nasional 2026

BOGOR-WARTA BOGOR – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Alun-alun Kota Bogor tak…

2 days ago

Tugas Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk oleh Presiden Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur dan…

3 days ago