Berita

Film Animasi Merah Putih: One for All Tuai Kritik, Warganet Soroti Kualitas dan Cerita

WARTA BOGOR – Film animasi Merah Putih: One for All tengah menjadi sorotan warganet setelah menuai kritik di media sosial. Sejumlah warganet menilai kualitas animasi dan alur cerita film ini terkesan kaku hingga bisa dikatakan belum sepenuhnya jadi.

Unggahan terkait film tersebut di berbagai platform digital ramai dibanjiri komentar, sebagian besar mempertanyakan eksekusi visual dan penggarapan ceritanya.

Tak hanya itu, akun Instagram produser dan rumah produksi film ini pun tak luput dari gelombang kritik. Kolom komentar dipenuhi tanggapan warganet yang mengungkapkan kekecewaan, bahkan memberi masukan terkait perbaikan kualitas.

Advertisement

Seperti diketahui, produser film animasi Merah Putih: One for All adalah Toto Soegriwo, memiliki akun Instagram, @totosoegriwo. Sementara, untuk rumah produksinya adalah Perfiki Kreasindo. Perfiki Kreasindo juga memiliki akun Instagram @perfiki.tv.

kedua akun Instagram tersebut dibanjiri komentar berupa kritik dari warganet terkait film animasi Merah Putih: One for All.

“Bentar dah, ini film tema kemerdekaan, didanai pemerintah, tapi judulnya pake bahasa inggris,” tulis akun Instagram @arjuna*** dalam kolom komentar di akun @perfiki.tv.

Advertisement

Sementara, itu Toto sempat menghapus beberapa unggahannya terkait film animasi Merah Putih: One for All pada Feed Instagrammnya.

Namun, warganet tetap saja meninggalkan komentar kritik pada foto lain yang ada pada Feed milik akun Toto.

“Ini filmnya ngawur. Orang dewasanya pada ngpn sampai nyuruh anak kecil pergi ke hutan nyari bendera? Gabutkah?” tulis akun Instagram @xakbara*** dalam kolom komentar pada akun @totosoegriwo.

Advertisement

Tanggapan Founder

Menanggapi hal itu, Founder Manimonki Studio sekaligus sutradara film animasi Ghost: School Days, Yudhatama mengatakan, dirinya lega bahwa film Merah Putih menjadi terkenal.

“Wah, seru ya film ini. Pertama sih there’s no bad publicity (tidak ada publikasi yang buruk). Mau negatif, viral buruk, dan sebagainya,” ujar Yudhatama saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/8/2025).

Advertisement

“Tetap akhirnya tercapai juga niat film ini menjadi terkenal dan menjadi perbincangan publik,” lanjutnya.

Terkait fenomena kritik yang dituliskan masyarakat Yudhatama menyampaikan, kritik terhadap film tentu afdolnya ketika seseorang sudah menonton filmnya.

Namun, kritik yang ada sekarang karena hanya melihat trailer dan kemampuan film Merah Putih yang bisa mendapat slot tayang di bioskop.

Advertisement

Selain menyangkut soal penayangan bioskop, Yudhatama menilai kritik yang diberikan warganet diperkirakan karena kualitas film animasi Indonesia sudah dibayangkan setinggi film Jumbo.

Sehingga, jika ada film animasi yang kualitasnya di bawah film Jumbo, publik akan menilai film tersebut kurang layak tayang di bioskop.

“Dengan kualitas film animasi yang tayang bioskop sudah di-set tinggi oleh Jumbo, kemudian muncul yang kualitasnya jauh sekali di bawah, akhirnya jadi polemik,” ujar Yudhatama.

Advertisement

Menurut Yudhatama, gelombang kritik ini akan mereda setelah film Merah Putih: One for All sudah tayang di bioskop.

“Sepertinya akan mereda sendiri, setelah film tersebut diputar di bioskop,” tuturnya.

Sebagai informasi, film Merah Putih: One for All dijadwalkan tayang pada Kamis (14/8/2025) serentak di seluruh bioskop di Indonesia.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Kompas.com

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Operasi Patuh 2026 Digelar, Ini 11 Pelanggaran serta Denda Maksimalnya

JAKARTA – WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara…

3 hours ago

Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Bogor Dibuka Besok untuk Uji Coba

BOGOR – WARTA BOGOR - Trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kota Bogor,…

20 hours ago
Advertisement

Cara Cek NIK Terindikasi Judi Online atau Tidak, Simak Panduannya

WARTA BOGOR - Maraknya aktivitas judi online (judol) membuat masyarakat khawatir Nomor Induk Kependudukan (NIK)…

1 day ago

Tunggakan BPJS Kesehatan Bisa Dicek dari Rumah, Ini 4 Caranya

WARTA BOGOR - Peserta BPJS Kesehatan perlu memastikan iuran bulanan dibayarkan tepat waktu agar status…

1 day ago

Ada Pembangunan JPO, Jalan MA Salmun Bogor Ditutup Selama Dua Bulan

BOGOR – WARTA BOGOR - Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ditutup mulai…

1 day ago

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkab Bogor Bagikan Sayur dan Buah Gratis

BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) membagikan sayuran dan buah-buahan…

1 day ago