BOGOR – WARTA BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan Putra meninjau langsung proses penanganan sampah dari sumbernya melalui memilah sampah dari rumah di wilayah RT 4 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal dan RT 1 Kampung Bantarjati Lebak, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.
Saat meninjau pemukiman padat penduduk itu, Bima Arya melihat setiap rumah telah memiliki tempat sampah organik sendiri yang digunakan untuk memilah sampah. Dua tempat sampah itu terdiri sampah organik dan sampah non organik.
Bima menjelaskan Satgas Ciliwung Kota Bogor tidak hanya fokus pada naturalisasi sungai, tapi juga membangunan kultur warga supaya bisa mengolah sampah dari rumah. Saat ini sudah ada 20 RT prioritas dari target 48 RT hingga akhir 2024.
Saat ini sampah yang berhasil dipilah dari rumah sebanyak 38 ton sampah organik, 70,6 ton anorganik, dan 29 ton sampah plastik.
Di akhir masa jabatan, Bima Arya memastikan dan terus memperjuangkan agar satgas ini terus dikukuhkan dan diperkuat. Karena cita-cita Kota Bogor adalah menyelesaikan sampah dari hulu, dari sumbernya dari rumah tangga.
“Terima kasih kang Een dan teman-teman satgas yang sudah luar biasa, tak kenal lelah, tak putus asa. Ada seleksi alam tentunya , ada yang berguguran di tengah jalan tapi yang tersisa ini Insya Allah pilihan dan yang terbaik,” ucap Bima.
Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan Putra mengatakan sejak dibentuk oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya melalui SK Walo Kota sejak 2018 hingga kini satgas sudah berjalan kurang lebih 6 tahun.
Awal dibentuknya satgas ini adalah untuk mendorong perubahan perilaku warga, karena masalah yang ada di sungai di Ciliwung adalah masalah lingkungan terkait dengan masalah perilaku dan kultur.
“Sebenarnya kita mencoba menyelesaikan permasalahan sampah ini dari hulunya, yaitu rumah tangga, bagaimana caranya? ya didampingi warganya, difasilitasi, diedukasi dan sosialisasikan bagaimana dampaknya, bagaimana pengelolaan sampah dengan baik. Nah, itu misinya menyelesaikan masalah di sumbernya dan juga menyelesaikan sampah wilayah dalam artinya tidak ada lagi sampah dibawa ke TPA,” ujar Een.
Lanjut Een, sebagai upaya Kota Bogor mempersiapkan Indonesia tanpa TPA baru pada tahun 2023, seperti yang sudah dicanangkan KLHK. Dibandingkan kota lainnya, Kota Bogor sudah selangkah lebih dulu menyiapkan persiapan tersebut.
“Untuk itu saya sampaikan ke pak wali kita harus bersiap dari kita sendiri, pemerintah daerah dari wilayah dan ini salah satu upayanya. Memang masih skala kecil hanya 45 orang Satgas Ciliwung dengan kemampuan yang ada mendampingi 48 RT. Saat ini sudah ada terbaca skemanya setiap RT itu rata-rata sampah plastik ada 200-300 kilogram perbulan sampah plastik yang tidak dibawa ke TPA, jadi sekitar 1,2 ton satu RT per tahun,” jelasnya.
Sumber: Pemerintah Kota Bogor
JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…
BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…
BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…
WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…