Internasional

Gelombang Pembatalan Tiket dan Seruan Boikot Warnai Piala Dunia 2026

JAKARTA – WARTA BOGOR – Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni–19 Juli 2026 dan digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tengah diwarnai gelombang pembatalan rencana pembelian tiket serta seruan boikot dari sebagian penggemar sepak bola global.

Belasan ribu penggemar dilaporkan menarik diri dari proses pemesanan tiket dalam waktu singkat, mendorong kekhawatiran yang lebih luas tentang minat menghadiri turnamen tersebut di tengah latar belakang situasi politik dan kebijakan imigrasi di Amerika Serikat.

Menurut laporan, pembatalan tiket terjadi secara masif dalam satu malam sekitar 16.800 tiket tercatat masuk kembali ke pasar penjualan setelah fase Random Selection Draw yang dibuka sejak 11 Desember 2025.

Advertisement

Angka tersebut mencerminkan pengunduran diri dari sebagian penggemar pada fase penjualan acak.

Kekhawatiran soal Keamanan dan Kebijakan Imigrasi

Salah satu faktor utama pembatalan adalah kekhawatiran penggemar terhadap keamanan dan iklim politik di Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama turnamen.

Advertisement

Keprihatinan ini diperparah oleh kebijakan imigrasi yang dinilai agresif terhadap warga dari sejumlah negara, termasuk Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading, yang secara substansial dapat membatasi kemampuan pendukung tim nasional mereka untuk bepergian ke AS guna menyaksikan pertandingan.

Pelarangan tersebut tidak hanya memengaruhi suporter, tetapi juga menjadi alasan kekhawatiran luas tentang akses dan kenyamanan bagi wisatawan sepak bola internasional.

Salah seorang diplomat Lebanon, Mohamad Safa, bahkan membatalkan tiketnya karena khawatir kemungkinan tindakan penegakan imigrasi yang represif selama berada di AS.

Advertisement

Seruan Boikot Internasional

Situasi ini turut memicu meningkatnya seruan boikot internasional terhadap Piala Dunia 2026. Di Inggris, 23 anggota parlemen lintas partai secara terbuka mendesak FIFA untuk mencoret Amerika Serikat dari daftar peserta turnamen.

Mereka berargumen bahwa AS sebaiknya tidak ikut serta sebelum menunjukkan komitmen untuk menghormati hukum internasional serta kedaulatan negara lain, termasuk kasus yang mereka sebut sebagai “penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro” dan dugaan ancaman terhadap beberapa negara lain.

Advertisement

Salah satu anggota parlemen, Brian Leishman, menekankan bahwa FIFA perlu bersikap konsisten dalam kebijakan olahraga internasional, mengacu pada keputusan federasi untuk melarang partisipasi Rusia dalam kompetisi global setelah invasi ke Ukraina pada 2022.

Dinamika Tiket dan Protes Fans

Selain isu politik dan imigrasi, Piala Dunia 2026 juga menghadapi kritik terkait harga tiket yang dinilai terlalu tinggi oleh banyak penggemar sepak bola.

Advertisement

Beberapa kelompok suporter bahkan melontarkan tudingan bahwa harga tiket yang “tak masuk akal” dapat menyingkirkan penggemar biasa dari tribun, berlawanan dengan semangat inklusivitas turnamen paling bergengsi di dunia ini.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: kompas

Share

Recent Posts

256.369 Peserta Lolos SNBT 2026, Universitas dan Politeknik Ini Paling Diminati!

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)…

2 hours ago

Pembunuhan Wanita Muda di Tol BORR, Keluarga Bantah Pelaku Adalah Pacar Korban

BOGOR -  WARTA BOGOR - Kasus pembunuhan Anggi Auliya Arsyad (25) yang jasadnya dibuang dari…

7 hours ago
Advertisement

China Kembangkan Baterai Mobil Listrik Isi Penuh Hanya 3 Menit

WARTA BOGOR - China kembali membuat terobosan dalam teknologi kendaraan listrik dengan memperkenalkan prototipe baterai…

8 hours ago

Terinspirasi Kisah Nabi Nuh, David Steward Sukses Bangun Bisnis hingga Jadi triliuner

WARTA BOGOR - Perilaku para nabi kerap dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Prinsip hidup…

1 day ago

Agroeduwisata Polbangtan Bogor Kenalkan Pertanian Sejak Dini kepada Siswa SDIT Insantama Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mengenalkan dunia pertanian…

1 day ago

Agroeduwisata Polbangtan Kementan Hadirkan Edukasi Pertanian Inklusif bagi Siswa IBK Cemara

BOGOR-WARTA BOGOR — Agroeduwisata Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang belajar…

1 day ago