“Kalian di rumah saja, biar kami yang di sawah”, slogan tersebut kini santer digaungkan oleh petani di Indonesia. Di tengah merebaknya Wabah Covid-19 yang belum kunjung reda, upaya untuk menjamin produksi di daerah-daerah sentra terus dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Indramayu sebagai produsen beras terbesar di Jawa Barat dilakukan panen raya. Kali ini giliran Kelompoktani Melati dari Blok Lembang, Desa Tugu, Kecamatan Lelea yang melakukan panen raya padi varietas Mekongga pada lahan seluas 1,5 Ha. Produksi yang dihasilkan dari sawah dengan sistem irigasi teknis ini sebesar 8,96 ton, angka yang sangat memuaskan bagi petani. “Alhamdulillah produksi tinggi, keuntungan kami juga tinggi”, ucap Mukidin salah satu petani. Ungkapan tersebut dibenarkan oleh Abdullah Mukhlas selaku penyuluh, “Dengan Harga GKP 4.100 – 4.200 / kg dan harga GKG 5.100 – 5.200 / kg, keuntungan yg diperoleh setelah dihitung dengan pengeluaran/Ha sebesar 33.005.000, hasil tersebut sangat memuaskan”.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian, Fifin Hanafi mengungkapkan bahwa capaian keuntungan yang tinggi ini tak lepas dari semangat petani untuk menyediakan pangan bagi masyarakat di tengah wabah covid 19. “Penyuluh pertanian di Kostratani juga senantiasa mendampingi petani dan memberikan informasi agribisnis kepada petani walau sedang social distancing,” ungkap Fifin.
Penyuluh Pertanian dinilai sebagai garda terdepan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan. Seperti yang selalu diserukan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di berbagai kesempatan, “Kalian (penyuluh pertanian) adalah otaknya petani, pemegang manajemen pertanian di lapangan. Kalian yang menunjukkan mulai dari hulu ke hilir, mulai dari tanam sampai petik hingga jual.”
Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, seperti yang selalu diungkapkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini tidak boleh menyurutkan tekad tersebut. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun menegaskan, “Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,”. Prof. Dedi Nursyamsi juga mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19.
Pewarta : Rifa Rafi’atu Sya’bani W – Polbangtan Bogor
Editor : Ar
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…