BOJONGGEDE – WARTA BOGOR – Keluarga Gibran, anak kecil yang viral menangis kelaparan di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor ternyata tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah.
sehari-hari, Gibran sering diberi makan oleh tetangganya.
Sang ayah, Hamzah diketahui seorang buruh bangunan. Ibunya juga bekerja, namun tidak diketahui pekerjaannya apa.
Ternyata, orang tua gibran belum terdaftar dalam daftar penerima bantuan. Padahal menurut Camat Bojonggede, Teny Ramdhani, keluarga Gibran termasuk kategori tidak mampu dan memerlukan bantuan dari pemerintah.
Teny mengonfirmasi hal itu kepada RT dan RW setempat.
“Sebetulnya sudah (didata), namun keluarga belum sempat memberikan data-data yang jadi persyaratan untuk bisa didaftarkan,” ujar Teny kepada TribunnewsBogor.
Dia memastikan saat ini Gibran dan keluarganya sudah didaftarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bahkan, kini Gibran dan keluarganya sudah terdaftar di BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Kades Rawapanjang, Mohammad Agus justru membatasi pemberi donasi ke rumah Gibran.
Bahkan, dia sempat menegur petugas dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang mengunjungi rumah Gibran, petugas kemensos bermaksud untuk memberikan bantuan.
Sempat terjadi ketegangan di mana, kades Rawapanjang beserta jajarannya langsung menghampiri petugas dari Kemensos.
“Siapa yang mengarahkan ke sini?,” tanya mohammad Agus.
Agus pun dengan tegas mengatakan kalau dirinya tidak berkenan dengan kedatangan petugas dari Kemensos itu ke rumah Gibran serta agus menyatakan bahwa rumah Gibran sudah ditutup bagi siapapun.
“Tempat ini kita close untuk siapapun, kalau mau nyari informasi di kantor kami,” tegas Agus.
Menurutnya, ia melarang siapapun datang ke rumah Gibran untuk menghindari adanya kecemburuan sosial. Sehingga, jika ada bantuan untuk Gibran maka akan diatur oleh pihak desa.
Dia beralasan bahwa bukan hanya keluarga Gibran saja yang membutuhkan bantuan.
“Kok yang diperhatikan dia doang, padahal kan masih banyak rakyat kita yang butuh perhatian,” ucap Agus.
Sebelumnya, Mohammad Agus mengancam konten kreator yang memviralkan Gibran. Ia meminta konten kreator tersebut untuk menghapus kontennya di media sosial.
Kalau tidak, dirinya akan melaporkan konten kreator tersebut kepada pihak kepolisian. Agus juga meminta konten kreator tersebut untuk membuat video permintaan maaf di media sosial.
Aksi, kades ini kemudian membuat publik marah.
“Maluuuuuuu yaaaaa… ciri ciri seorang pemimpin yang tidak menerima kritikan dari masyarakat,” tulis seorang warganet.
“Video itu gunain sebagai teguran untuk memperbaiki pelayanan ke masyarakat. Bantu yang susah. Jangan malah mengintimidasi karena takut namanya hancur. Gimana si anda,” tulis warganet lainnya.
Sumber: Tribunnewsbogor
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…