Umum

Harga BBM Asia Tenggara Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Singapura Paling Tinggi

WARTA BOGOR – Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terus memanas mendorong kenaikan harga minyak global.

Situasi tersebut semakin diperparah oleh pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Ketidakpastian pasar meningkat setelah Iran menyatakan masih mengkaji proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat.

Kenaikan harga minyak ini berdampak langsung pada sektor energi di berbagai negara, terutama pada harga bahan bakar minyak (BBM) yang ikut mengalami kenaikan.

Advertisement

Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara mulai merasakan dampaknya. Pemerintah masing-masing negara pun melakukan penyesuaian harga BBM seiring meningkatnya tekanan dari pasar minyak global.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi di kawasan, mengingat sebagian besar negara di ASEAN masih bergantung pada impor minyak.

Lantas, bagaimana perbandingan harga BBM di negara-negara kawasan Asia Tenggara?

Advertisement

Dilansir dari The Nation Thailand, Jumat (27/3/2026), berikut perbandingan harga BBM di negara-negara Asia Tenggara:

Singapura: 89,27 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 47.300)

Laos: 63,17 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 33.500)

Advertisement

Myanmar: 60,45 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 32.000)

Kamboja: 55,03 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.200)

Filipina: 51,48 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 27.300)

Advertisement

Thailand: 33,05 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 17.500)

Vietnam: 32,01 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 17.000)

Malaysia: 27,39 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 14.500)

Advertisement

Indonesia: 24,15 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 12.800)

Brunei: 13,63 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 7.200)

Harga bensin RON95 (95 oktan) di Singapura tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara, bahkan menempati posisi keempat tertinggi di dunia, yakni sekitar 2,583 dollar AS per liter atau setara sekitar Rp 43.600 per liter per 16 Maret 2026.

Advertisement

Perbandingan ini menunjukkan disparitas harga energi yang cukup lebar di kawasan, dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, ketergantungan impor, serta dampak langsung dari gejolak harga minyak global.

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: Kompas

Advertisement
Share

Recent Posts

Dishub Kota Bogor Gencarkan Penertiban Angkot Tua, Sudah Tilang 313 Armada

BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus menggencarkan penertiban angkutan kota…

6 hours ago

Lahan Eks Pasar Bogor Difungsikan Jadi Area Parkir Sementara

BOGOR - WARTA BOGOR - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) mulai memanfaatkan…

7 hours ago
Advertisement

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 15-17 Juli 2026, Momen Terbaik Kalibrasi Arah Kiblat

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena Matahari tepat berada di atas Ka'bah akan kembali terjadi…

14 hours ago

Kemarau Bikin TMA Katulampa Susut Jadi 10 Cm, Waspada Kekeringan Mulai Meningkat

BOGOR - WARTA BOGOR - Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Bogor menyebabkan Tinggi Muka…

16 hours ago

Mulai Tahun Ajaran 2026, Dedie Rachim Minta Setiap Siswa Baru Tanam Satu Pohon

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menerapkan program penanaman pohon bagi…

2 days ago

Syarat & Cara Ajukan Bantuan Pemerintah 2026 untuk Warga Tidak Mampu

BOGOR-WARTA BOGOR-Bantuan sosial pemerintah ditujukan bagi warga miskin/rentan miskin agar kebutuhan dasar terpenuhi. Kuncinya: terdaftar…

2 days ago