Pendidikan

Hari Anak Nasional 2022: Pemenuhan Hak Pendidikan Masih Jadi Angan-angan

Hari Anak Nasional 2022: Pemenuhan Hak Pendidikan Masih Jadi Angan-angan

WARTA BOGOR – Saat Hari Anak Nasional 2022 dirayakan di banyak tempat, ternyata masih banyak persoalan yang melingkupi dunia mereka, terutama tentang hak atas pendidikan.

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Profesor Cecep Darmawan mengungkapkan, susahnya akses anak-anak terhadap pendidikan formal secara nasional masih menjadi potret buram.

Advertisement

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai 2021, angka harapan lama sekolah atau HLS masih sebesar 13,08 persen. Sedangkan angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) 8,54 persen.

Pada tahun yang sama, angka anak tidak bersekolah pada kelompok umur 7 sampai 12 tahun mencapai 0,6 persen.

Sementara angka anak tidak sekolah usia 13 – 15 tahun sebesar 6,77 persen. Pada kelompok umur 16 – 18 tahun lebih besar lagi: 21,47 persen.

Advertisement

“Selama pandemi Covid-19, terjadi learning loss turut menyebabkan kurang optimal pemenuhan hak-hak pendidikan anak,” ujar Cecep dalam webinar Hak Anak dan Kewajiban Manusia dalam rangka Hari Keluarga Nasional XXIX tahun 2022, Sabtu (23/7/2022).

Cecep juga menyorot rendahnya kemampuan masyarakat membiayai anak-anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, terutama SMA serta perguruan tinggi.

“Adanya disparitas kualitas standar nasional pendidikan di berbagai daerah yang menghambat pemenuhan pendidikan berkualitas bagi anak,” kata Cecep.

Advertisement

Selain itu, terdapat persoalan dana anggaran pemerintah yang belum proporsional serta efisien guna mengakselerasi kualitas pendidikan.

“Belum lagi masih maraknya kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.”

Pihak-pihak terkait, kata Cecep, juga belum sepenuhnya mempunyai pemahaman serta kesadaran bahwa hak pendidikan bagi anak penting dipenuhi.

Advertisement

“Untuk anak berkebutuhan khusus, pendidikan kita belum berparadigma inklusif. Lalu, anak berlatang belakang perekonomian menengah ke bawah juga sulit mengakses pendidikan formal.”

Cecep meyakini, beragam persoalan itu bisa terselesaikan bila sistem pendidikan nasional direkonstruksi.
(Suara.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG Pastikan Belum Ada Kenaikan Muka Air Laut

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau kondisi muka…

4 hours ago

Permudah Akses ke Monas, KAI Tambah Dua Jalur KRL di Stasiun Gambir

JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kereta rel listrik (KRL)…

21 hours ago
Advertisement

Kunang-Kunang Kini Jarang Terlihat hingga Semakin Langka, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya

WARTA BOGOR - Kunang-kunang yang dahulu mudah dijumpai kini semakin sulit ditemukan di berbagai wilayah.…

24 hours ago

PKL di Alun-Alun hingga SSA Jadi Sorotan, Dedie Rachim Minta Satpol PP Tindak Tegas

BOGOR - WARTA BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta Satuan Polisi Pamong…

1 day ago

Penerimaan Negara Tembus Rp1.459 Triliun, Naik 21,4 Persen

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan penerimaan negara hingga semester…

2 days ago

KUHP Baru Diterapkan, Seorang Terpidana Penelantaran Anak Dihukum Bersihkan Masjid 100 Jam

ACEH - WARTA BOGOR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi pidana kerja sosial terhadap…

2 days ago