Hadir sebagai narasumber asesor LAM PTIP, Mais Ilsan, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai standar akreditasi, strategi peningkatan mutu, serta berbagai aspek penting dalam mempersiapkan proses akreditasi perguruan tinggi. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan banyak wawasan strategis bagi peserta dalam memahami indikator penilaian serta penguatan tata kelola akademik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi pertanian menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Perguruan tinggi vokasi pertanian harus terus memperkuat kualitas akademik, tata kelola, serta kompetensi lulusan. Akreditasi unggul bukan hanya capaian administratif, tetapi bukti nyata bahwa institusi mampu menghasilkan SDM pertanian yang profesional dan siap menjawab tantangan sektor pertanian ke depan,” ujar Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu merupakan langkah strategis dalam memastikan kualitas pendidikan di lingkungan Kementerian Pertanian terus meningkat. “Melalui kegiatan Bimtek seperti ini, para dosen dan tenaga kependidikan dapat memahami secara komprehensif standar yang ditetapkan oleh LAM PTIP, sehingga proses peningkatan mutu dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan,” jelas Santi.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret institusi dalam mempersiapkan akreditasi unggul bagi seluruh program studi. “Bimtek ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menyamakan persepsi, memperkuat kesiapan dokumen, serta memastikan seluruh civitas akademika memahami standar akreditasi LAM PTIP. Harapannya, Polbangtan Bogor dapat meraih akreditasi unggul sebagai wujud komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik,” ujar Yoyon.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Bogor diharapkan semakin siap menghadapi proses akreditasi serta terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. (wsd)