Categories: Umum

Hasil Uji Laboratorium Ribuan Burung Pipit yang Berjatuhan di Bali Keluar

GIANYAR, WARTABOGOR.id- Hasil uji laboratorium ribuan Burung Pipit yang berjatuhan di kuburan Banjar Sema, Desa Pring, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, telah keluar.

Penelitian Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar yang hasilnya diserahkan ke Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Kabupaten Gianyar menunjukkan, burung-burung tersebut dinyatakan tak terkena penyakit infeksius.

“Kematian burung-burung tersebut tidak mengarah pada penyakit infeksius,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gianyar Made Santiarka saat dihubungi, Jumat (17/9/20

Advertisement

BBVet Denpasar mengecek penyakit infeksius berdasarkan uji histopatologi terhadap bangkai burung pipit yang berjatuhan.

Kemudian hasil tes polymerase chain reaction (PCR) untuk Newcastle Disease (ND) burung tersebut juga menunjukkan bahwa kawanan hewan itu negatif dari penyakit flu burung.

“Artinya kematian itu tidak disebabkan oleh mikroorganisme,” kata dia.

Advertisement

Dugaan penyebab kematian

Santiarka menduga, ada beberapa penyebab burung tersebut berjatuhan dan mati.

Di antaranya, burung yang bertengger di pohon asam diduga tidak kuat melawan asam hujan.

Advertisement

Hujan yang lebat tersebut membuat burung-burung tersebut kekurangan oksigen.

“Kayak kita berenang terlalu banyak air, kita kan jadi sulit bernapas karena kekurangan O2. Karena hujan lebat dia kan, terguyur air banyak sekali. Di samping itu juga kemungkinan juga bisa matinya karena habis makan-makanan yang beracun,” tuturnya.

Fenomena itu diketahui terjadi di kuburan Banjar Sema, Desa Pring, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

Advertisement

Perekam video yang juga warga setempat bernama Kadek Sutika menceritakan ketika dirinya melihat burung pipit mendadak berjatuhan pada Kamis (9/9/2021) lalu.

Menurutnya, jumlah burung yang berjatuhan bukan ratusan, melainkan ribuan.

“Banyak sekali (yang jatuh dan mati), jumlahnya ribuan lebih,” kata Sutika saat dihubungi, Jumat (10/9/2021) lalu.

Advertisement

Sore harinya, bangkai burung-burung yang mati berjatuhan di tanah itu sudah dipungut dan telah dikuburkan. (Kompas.com)

Share

Recent Posts

Kemensos dan BRIN Teken MoU, Tingkatkan Kualitas Sekolah Rakyat

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)…

12 hours ago

Tanam Padi Pakai Metode Modern, Mentan Sebut Pendapatan Petani Bisa Rp16 Juta per Hektare per Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pendapatan petani padi berpotensi…

17 hours ago
Advertisement

Ijazah Bukan Sekadar Bukti Kelulusan: Cermin Integritas, Etika, Dan Tanggung Jawab

Oleh: Dr. Suhandi, S.Pd.I., M.Pd.I. Pembina LAZ Ummul Quro Bogor & Sekretaris PD Al Washliyah…

19 hours ago

Jadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026, Kota Bogor Targetkan 100 Medali Emas

BOGOR - WARTA BOGOR - Kota Bogor menargetkan raihan 100 medali emas dalam Pekan Olahraga…

19 hours ago

GERTAM (Gerakan Tanam) Sukses Gerakkan Sektor Pertanian Modern

MUARO JAMBI-WARTA BOGOR — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali mengambil peran strategis dalam mengawal…

1 day ago

Tanam Padi Makin Canggih, Polbangtan Kementan Bawa Drone Seeder ke GERTAM PM‑AAS

MUARO JAMBI-WARTA BOGOR — Gerakan Tanam Serentak (GERTAM) Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM‑AAS) digelar di…

1 day ago